detikhealth

Konten Berbau Kanibalisme, Lebih Picu Rasa Ngeri Atau Terganggu?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 01/03/2017 15:30 WIB
Konten Berbau Kanibalisme, Lebih Picu Rasa Ngeri Atau Terganggu?Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Masing-masing orang punya respons berbeda ketika melihat suatu hal. Contohnya saat mereka melihat konten berbau kanibalisme, termasuk dalam bentuk karya seni.

Baru-baru ini, seniman Natasha Gabriella Tontey membuat gelaran seni dengan konsep makan mayit. Makan mayit ini merupakan perjamuan makan malam yang menyajikan camilan berbentuk janin, potongan-potongan boneka bayi, dan sajian horor lain. Hasil karya Tontey ini pun menuai kontroversi.

"Lebih ke jijik sih ya. Merasa terganggu ngelihat gambar apalagi yang pas makan janin begitu," kata salah satu pembaca detikHealth, Jerry. Senada dengan Jerry, mahasiswi bernama Puput mengaku jijik plus kesal jika melihat karya seni tersebut.

"Soalnya objeknya kan bayi jadi aku kesel juga sih," ujar Puput.

Sementara, pembaca detikHealth lainnya Ega mengaku merasa terganggu dengan sajian berbentuk bayi dan dengan wadah bayi. Terlebih, disebutkan salah satu bahannya berasal dari ASI dan keringat bayi.

Baca juga: Pada Anak, Teman Juga Pengaruhi Ketakutan Mereka Terhadap Sesuatu

Terkait respons tersebut, psikolog klinis dari Tiga Generasi Sri Juwita Kusumawardhani MPsi., Psikolog mengatakan respons melihat karya seni ini bisa berbeda dengan ketika seseorang melihat orang lain yang memakan tubuh manusia hingga muncul rasa takut.

Sebab, menurut wanita yang akrab disapa Wita ini, karya seni tersebut memang masih dalam bentuk makanan, bukan benar-benar memakan bagian tubuh seseorang. Hanya saja, bentuknya yang mengganggu plus disebutkan terbuat dari ASI dan keringat bayi, maka emosi yang terpicu lebih ke arah jijik atau disgust.

"Atau bisa juga marah karena kesannya memakan anak bayi, menganiaya pihak yang lebih lemah. Tapi kalau konten pembunuhan, pembantaian, berita mutilasi misalnya akan lebih banyak memicu emosi takut dan juga sedih kepada korban dan keluarganya," kata Wita saat berbincang dengan detikHealth.

Ketika seseorang melihat konten berbau kanibalisme seperti itu dan tidak kuat, menurut Wita hal yang paling mungkin terjadi adalah munculnya reaksi biologis seperti mual atau muntah.

"Karena artinya psikologisnya yang tidak kuat menahan konten disturbing atau mengganggu tersebut, sehingga tubuhnya pun memberikan reaksi penolakan," ujar wanita yang juga praktik di Lembaga Psikologi Terapan UI ini.

Baca juga: Ilmuwan Klaim Bisa Hilangkan Ketakutan dengan 'Mengotak-atik' Otak

Nah, bagi Anda yang melihat hal-hal berbau kanibalisme seperti karya seni yang dibuat Tontey. Apa kesan yang Anda rasakan, lebih pada rasa terganggu atau ngeri? Yuk tuliskan pendapat Anda di kolom komentar.

(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close