detikhealth

Waspada Tuli karena Bising

Selain Anak dan Remaja, Musisi Juga Rentan Alami Ketulian

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 02/03/2017 14:35 WIB
Selain Anak dan Remaja, Musisi Juga Rentan Alami KetulianFoto ilustrasi: Kevin Winter/Getty Images
Jakarta, Ketulian akibat suara bising bisa menimpa saja. Pakar mengatakan salah satu profesi yang paling tinggi risikonya adalah musisi.

dr Damayanti Soetjipto SpTHT-KL(K), Ketua Komisi Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT), mengatakan musisi termasuk profesi paling rentan mengalami ketulian akibat paparan suara bising terus-menerus. Rata-rata kebisingan yang terjadi konser musik bisa mencapai 90 hingga 120 desibel.

"Bukan hanya musik keras atau rock tapi semua musik juga bisa sebabkan tuli, bahkan musik klasik. Kalau konser itu kan volume suara maksimal dan bisa sampai lebih dari satu jam berada di area dengan kebisingan di atas 100 desibel," tutur dr Dama kepada wartawan, baru-baru ini.

Baca juga: Dokter THT: Anak dan Remaja Paling Rentan Alami Ketulian Akibat Bising

Dikatakan dr Dama, ketulian akan muncul secara bertahap. Pasien juga akan mengalami tinnitus, yakni suara berdenging yang terdengar di telinga secara terus-menerus meskipun tanpa sebab.

"Tinnitus itu bunyi 'ngiing' yang kita dengar di telinga. Ini merupakan akibat dari gangguan pendengaran frekuensi tinggi, jadinya mungkin tidak berasa di awal karena bercakap-cakap masih baik, masih kedengaran kalau ngobrol," paparnya.

Namun setelah beberapa lama, kemampuan mendengar akan turun. Musisi sulit mendengar walaupun suara dalam frekuensi rendah, saat bercakap-cakap misalnya. Ketika ini terjadi, ketulian yang menyerang sudah parah dan harus segera mendapat penanganan.

Oleh karena itu dr Dama mengajurkan agar musisi selalu menggunakan earmuff saat melakukan konser maupun merekam lagu di studio. Jika kehilangan pendengaran, tentunya musisi tidak akan produktif dan bisa menghasilkan musik yang baik.

Lalu jika musisi saja berisiko tinggi, bagaimana dengan penikmat musik yang menonton konser? Sebuah studi yang dilakukan Tania Schink dari Leibniz Institute for Prevention Research and Epidemiology-BIPS di Bremen melihat apakah gangguan pendengaran lebih umum terjadi pada musisi atau masyarakat biasa.

Hasil penelitian menyebut musisi lah yang memiliki risiko lebih besar. Bagi musisi, ada beberapa faktor yang memengaruhi di antaranya berapa lama mereka terpapar suara, jenis alat yang dimainkan, serta posisi mereka saat tampil.

"Secara keseluruhan, musisi 1,45 kali lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran seperti non-musisi. Tapi mereka 3,6 kali lebih berisiko mengakami gangguan pendengaran akibat kebisingan," tutur Schink.

Baca juga: Tuli Permanen Karena Bising dan Berisik, Mungkinkah Terjadi?(mrs/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit