detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Pria yang Dilema, Pilih Istri yang Ingin Diceraikan atau Mantan Pacar

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 02/03/2017 16:15 WIB
Pria yang Dilema, Pilih Istri yang Ingin Diceraikan atau Mantan PacarFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Hai Mbak. Saya sudah menikah selama 21 bulan dan sudah bercerai empat bulan yang lalu. Memiliki seorang putri yang sangat saya cintai. Istri yang tidak perhatian membuat saya tidak bahagia.

Akibatnya saya berselingkuh dengan mantan pacar yang memang belum bisa saya lupakan. Dengan mantan, saya mendapatkan perhatian dan saya sangat bahagia. Dia menerima status saya.

Kini saya dilema karena perceraian ini, saya akan meninggalkan anak saya. Saya harus bagaimana Mbak? Saya seperti sedang 'memilih pacar atau anak saya' yang sama-sama saya cintai. Memilih anak, saya cuma akan bahagia dengan dia tidak dengan istri karena saya tidak mencintai istri lagi.

Istri memohon untuk kembali dan berjanji ingin berubah demi anak dan rumah tangga. Saya merasa bersalah kalau memilih istri karena pacar yang sangat mencintai saya. Memilih pacar saya mungkin akan bahagia seperti yang saya inginkan tapi merasa bersalah dan kasihan dengan anak saya. Di sini saya ingin bahagia Mbak.

Saya harus bagaimana Mbak? Memilih kembali ke istri demi anak atau memilih mantan pacar? Terima kasih Mbak.

James (Laki-laki, 27 tahun)

Jawaban

Dear Bapak James,

Menurut Anda, apakah ada pilihan yang tidak memiliki konsekuensi? Tentu tidak, bukan. Setiap pilihan akan memiliki konsekuensi, yang belum tentu selalu menyenangkan buat Anda.

Kembali kepada anak, berarti kembali kepada istri, berarti Anda memutuskan untuk tidak berhubungan kembali dengan pacar. Hal ini tentunya membutuhkan pertimbangan yang matang agar kejadian yang sama tidak terulang di kemudian hari. Perselingkuhan biasanya merupakan akibat dari adanya permasalahan yang tidak terselesaikan dengan baik, dan setiap orang yang berada di dalam hubungan sama-sama memiliki kontribusi dalam terjadinya permasalahan.

Awal permasalahan memang bisa saja berawal dari istri yang Anda anggap tidak perhatian. Namun, bisa juga permasalahannya berawal dari Anda. Kabar baiknya jika ternyata permasalahan ada pada Anda adalah perubahan bisa dimulai dari Anda. Misalnya, nih. Jangan-jangan selama ini bukannya istri tidak perhatian, tetapi karena Anda belum bisa melupakan mantan, Anda jadi membanding-bandingkan perhatian dari istri dan dari mantan.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah dengan keberadaan anak, tentunya istri tidak bisa memusatkan perhatian hanya kepada Anda. Di saat yang bersamaan, ia juga perlu memperhatikan dirinya sendiri dan anak Anda berdua, sama seperti Anda juga perlu membagi perhatian kepada diri Anda sendiri dan mereka berdua. Dengan beberapa pertimbangan ini, apa yang bisa Anda lakukan?

Memilih pacar juga bukan tanpa pertimbangan tentunya. Jika pertimbangannya anak, saya percaya tidak ada namanya mantan anak. Anda tentu masih bisa terlibat dalam perkembangannya meskipun Anda sudah bercerai. Hal yang perlu dipertimbangkan justru apakah Anda benar-benar mendapatkan kebahagiaan dari pacar Anda saat ini? Menjalin hubungan kembali dengan mantan pacar yang sulit dilupakan memang terkadang dilihat sebagai angin segar ketika hubungan sedang bermasalah.

Anda dan pacar dulu pernah mengakhiri hubungan tentu karena ada alasan-alasan yang mendasarinya. Bagaimana rencana Anda berdua untuk mengatasi permasalahan penyebab berakhirnya hubungan tersebut? Apakah kalian berdua sudah menemukan jalan tengahnya?

Siapapun yang Anda pilih nantinya, sebaiknya beri jeda pada diri Anda terlebih dahulu dari keduanya agar Anda bisa berpikir dengan jernih. Hubungan yang sehat tidak selalu bagaimana pasangan membahagiakan Anda, tapi juga bagaimana Anda bisa membahagiakan pasangan, tidak hanya bagaimana berbagi dalam kebahagiaan tetapi juga bagaimana mengatasi kekecewaan. Pilih hubungan yang bisa membuat Anda tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik lagi setiap harinya bagi diri sendiri dan orang lain.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit