detikhealth

True Story

Naluri Pebalap yang Tak Pernah Padam Meski Kaki Kiri Diamputasi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 03/03/2017 20:05 WIB
Naluri Pebalap yang Tak Pernah Padam Meski Kaki Kiri DiamputasiFoto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta, Tanggal 7 Juni 2015 adalah momen yang akan selalu dikenang M Fadli, seorang mantan pebalap road race Honda. Pada hari tersebut, di Sirkuit Sentul Jawa Barat, ia menjuarai balapan ke-2 Asia Road Racing Championship (ARRC) di kelas Supersport 600 cc. Sebuah pencapaian yang sangat memuaskan bagi Fadli yang saat itu tengah berada di puncak karirnya.

Di saat yang sama, sebuah tragedi mengubah hidupnya. Saat melakukan selebrasi atas kemenangannya tersebut, pembalap asal Thailand, Jakkrit Sawangswat meluncur dengan kecepatan tinggi persis di belakangnya. Dalam sepersekian detik, tabrakan keras terjadi dan kedua pebalap terkapar di aspal. Fadli dievakuasi dengan ambulans dalam kondisi patah kaki kiri.

Dua tahun berlalu, Fadli kini telah memutuskan untuk amputasi. Ia memang sudah tidak balapan motor lagi, namun naluri untuk berkompetisi tidak pernah padam. Dengan menggunakan kaki prostetik, ia mewakili Indonesia di ajang Asian Paracycling Championship di Bahrain. Ia turun di nomor Individual Time Trial.

Fadli juga tidak lantas meninggalkan dunia balap motor begitu saja. Sejak 2016, ia mendirikan '43 Racing School'. Nomor 43 adalah nomor kebanggaannya semasa aktif sebagai pebalap Honda.

Di sekolah balap tersebut, ia turun langsung memberikan coaching dan evaluasi dari pinggir lintasan. Sedikitnya ada 4 anak didik yang tengah diasuhnya saat ini, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Setelah gantung helm saya makin banyak kegiatannya," kata Fadli, ditemui detikHealth di Sentul baru-baru ini.

Baca juga: Luar Biasa! Gadis Ini Tetap Lincah Senam Meski Sebelah Kakinya Diamputasi

M. Fadli, atlet difabelM. Fadli, atlet difabel Foto: ist.

Ada beberapa faktor yang mendorong Fadli untuk bangkit, setelah kondisi mentalnya sempat terpuruk. Salah satunya adalah kelahiran anak pertamanya, Muhammad Ali Imammudin, yang hanya berselang beberapa hari setelah kecelakaan tragis yang dialaminya di Sentul. Kelahiran Ali mengembalikan motivasinya untuk bisa berjalan, sebelum anak kesayangannya itu mulai belajar berjalan.

Sebetulnya, patah kaki yang dialami Fadli telah mendapat penanganan yang cukup baik sehingga tidak perlu diamputasi. Namun Fadli merasa, hasilnya tidak terlalu memuaskan karena hanya tulang-tulang kakinya yang bisa diperbaiki, sementara jaringan saraf dan ototnya tidak bisa pulih.

"Memang tubuh saya lengkap, tapi tidak bisa maksimal. Jadi saya memilih untuk amputasi," tutur Fadli.

Faktor lain yang membuat Fadli selalu tegar adalah semangat berkompetisi. Balapan telah membentuk Fadli sebagai pribadi yang sangat kompetitif, yang tidak pernah mau menyerah dalam kondisi apapun. Ketika kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk balapan dengan motor, ia memilih untuk tetap balapan dengan sepeda dan kaki palsunya.

"Harapannya ke depan bisa lari juga. Untuk sepeda, saat ini sudah nggak kalah kok dengan orang normal," tandas Fadli sambil tersenyum penuh percaya diri.

Baca juga: Meski Cuma Punya 1 Kaki, Katie Tetap Semangat dan Akan Ikut Lomba Lari 5 Km


(up/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit