Robert Koch: Penemu Bakteri TBC

Cerita Kamidia Radisti Hadapi Perdarahan 3 Bulan Saat Hamil

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 08/03/2017 18:01 WIB
Cerita Kamidia Radisti Hadapi Perdarahan 3 Bulan Saat Hamil Foto: Radian Nyi S
Jakarta, Kamidia Radisti (33) pernah mengalami perdarahan ketika mengandung anak ketiganya, Javas Biru Anaking yang kini akan berusia 2 tahun. Kala itu, perdarahan yang dialami Disti berlangsung sampai 3 bulan.

Miss Indonesia tahun 20017 ini mengisahkan, saat itu kemungkinan dirinya kelelahan hingga muncullah flek saat usia kehamilannya kurang lebih 10 minggu. Saat itu, dokter memberi obat Disti karena besoknya, kebetulan Disti ada pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan.

"Karena saat itu posisi plasenta ada di bawah jadi perdarahannya lebih karena gesekan si plasentanya. Setelah pulang dari Riau, bedrest di RS antara 5 sampai 9 hari," kata Disti ditemui usai Nutritalk Book Launching 'Tumbuh Kembang Optimal Ciptakan Pemimpin Andal' di Kembang Goela Resto, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Namun, saat itu perdarahannya tak kunjung berhenti padahal sudah diberi obat melalui infus. Disti pun agak khawatir karena perdarahan yang dialami bukan seperti flek tapi layaknya orang menstruasi. Beruntung, berdasarkan pemantauan dokter, kondisi Biru terpantau baik-baik saja. Saat itu pula sang dokter berkata jika si bayi sehat dan berjuang, tapi mengapa si ibu justru putus asa.

Baca juga: Bercak Darah Saat Hamil, Tak Melulu Berbahaya Tapi Jangan Diabaikan

"Di situ saya bangkit, oke saya nggak apa-apa. Akhirnya mulai hilang perdarahannya dan cuma muncul di malam hari. Jadi kayak akumulasi kita kerja, selesai, perdarahan. Tapi itu cukup menakutkan karena saya mesti pakai diaper, nggak bisa cuma pakai pembalut," tambah Disti.

Setelah itu, Disti tidak boleh terlalu panik saat melihat perdarahan yang dialaminya. Ia juga dianjurkan lebih rileks, tidak terlalu lelah beraktivitas, dan tidak menyetir mobil sementara. Terlebih, saat mengalami perdarahan Disti mengaku tidak merasa pusing, kontraksi, atau sakit perut.

Total, sejak usia kehamilan 10 minggu sampai 6 bulan, Disti membatasi aktivitasnya dan berusaha untuk tidak stres. Bedrest tak dilakukannya karena Disti justru merasa makin stres.

"Bisa saja ada pengaruh psikis ya. Awalnya saya kan kaget kok saya hamil lagi padahal saya belum 'selesai' nih sama anak yang kedua. Kayak feeling guilty sama anak yang kedua karena udah ada bayi lagi di perut," kata Disti.

"Tapi saya bisa berdamai dengan perasaan itu setelah bedrest yang pertama ya. Saya mikir bayi saya aja bisa berjuang kenapa saya nggak, kok saya egois banget. Makanya saya berusaha bangkit dan mengatur aktivitas," pungkasnya.

Baca juga: Waspada Pendarahan Saat Hamil, Penyebab Kematian Ibu Terbanyak(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit