detikhealth

Wabah Flu Burung, Kebun Binatang di Austria Tutup Sementara

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 09/03/2017 15:35 WIB
Wabah Flu Burung, Kebun Binatang di Austria Tutup SementaraFoto: Getty Images
Wina, Austria, Wabah flu burung yang menyambangi wilayah Eropa juga terdeteksi di Wina, Austria. Akibatnya, pemerintah menutup sementara kebun binatang Schoenbrunn di kota tersebut.

Penutupan terjadi setelah salah satu satwa kebun binatang, burung pelikan, positif mengidap flu burung strain H5N8. Virus flu burung H5N8 merupakan strain virus flu burung yang sangat berbahaya bagi unggas, namun belum pernah ditemukan menginfeksi manusia.

"Setelah bukti menunjukkan adanya virus flu burung H5N8, satwa burung pelikan tersebut pun sudah kami musnahkah," tutur Thomas Voracek, dokter hewan dari kebun binatang Schoenbrunn, dikutip dari Reuters.

Sejak flu burung mewabah di Eropa akhir tahun lalu, sebagian besar unggas sudah dikandangkan untuk menghindari penularan dari burung liar. Namun satu burung pelikan terlihat sangat sakit dan akhirnya harus dieksekusi setelah positif mengidap flu burung.

Baca juga: Bill Gates Khawatirkan Kemunculan Patogen Berbahaya

Saat ini Voracek dan timnya sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengecek apakah ada satwa lainnya yang sudah terinfeksi flu burung. Sementara investigasi dilakukan, sebagian area kebun binatang akan ditutup untuk umum.

"Untuk melindungi satwa dan pengunjung, maka area rumah burng, hutan hujan dan padang pasir akan ditutup sementara," tambahnya lagi.

Wabah flu burung memang diantisipasi meningkat di tahun 2017. Flu burung tak hanya mengancam Eropa dan Asia Timur, namun juga Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya.

Dua warga di Kabupaten Cirebon saat ini sedang dirawat di ruang isolasi RS Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat. Keduanya dirawat sejak awal minggu ini karena menjadi suspect virus H5N1.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr M. Subuh mengungkapkan, hingga kini status kedua orang tersebut masih suspect. Meski sudah mulai membaik namun keduanya masih dalam pengawasan.

Warga pertama yang suspect flu burung adalah AG (16) tinggal di Kecamatan Pangenan dan dirawat sejak Minggu 5 Maret lalu. Sedangkan AS (64) warga Kecamatan Greged menyusul satu hari kemudian tepatnya pada Senin 6 Maret siang.

"Status keduanya baru bisa diketahui tiga hari ke depan. Apakah mereka postif atau negatif flu burung," katanya.

Dari hasil penelusuran keduanya dirawat dan mengalami gejala flu burung setelah ada unggas yang mati di sekitar rumahnya. Bahkan beberapa waktu lalu bapak AG meninggal dunia. Namun belum bisa dipastikan apakah bapak AG meninggal akibat flu burung atau bukan karena tidak sempat dilakukan pengecekan atau tes darah.

Baca juga: Virus Flu Burung yang Landa China Disebut Lebih Ganas dan Sulit Dideteksi(mrs/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit