detikhealth

Dilema Pria dengan Kerontokan Rambut: Pilih Botak atau Impotensi?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 10/03/2017 12:01 WIB
Dilema Pria dengan Kerontokan Rambut: Pilih Botak atau Impotensi?Foto: thinkstock
Jakarta, Kerontokan rambut merupakan masalah umum pada pria dewasa, yang kerap berujung pada kebotakan berpola. Obat untuk mengatasinya punya efek samping yang sama pahitnya, yakni disfungsi ereksi.

Sebuah penelitian membuktikan pria di bawah usia 42 yang mengonsumsi obat untuk mencegah kerontokan rambut selama 205 hari punya risiko 5 kali lebih besar untuk mengalami disfungsi ereksi. Efek samping ini bahkan tetap dirasakan setelah pengobatan dihentikan.

Salah satu obat yang dipakai untuk mengatasi kerontokan rambut adalah finasteride, yang dipakai juga untuk perbesaran prostat. Obat ini bekerja dengan mengubah produksi hormon seks testosteron, yang berpengaruh ke pertumbuhan rambut.

Baca juga: Rambutnya Menipis, Pangeran William Disebut Tampak Lebih Tua 8 Tahun

Obat lain yang diamati dalam penelitian tersebut adalah dutasteride, yakni obat untuk mengecilkan prostat yang membesar. Sama seperti finasteride, obat ini juga berdampak pada kemampuan ereksi.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi finasteride atau dutasteride bisa mengalami disfungsi ereksi," kata Dr Steven Belknap dari Northwestern University Feinberg School of Medicine.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal PeerJ tersebut, efek samping susah ereksi yang sama 'pahitnya' dengan kebotakan ini dirasakan para pria hingga 3,5 tahun setelah berhenti minum obat. Demikian dikutip dari Livescience.

Baca juga: Punya Bakat Botak atau Tidak? 200-an Penanda Genetik Bisa Memprediksinya (up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit