detikhealth
Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Batuk Berdarah, Apa Sebabnya?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 13/03/2017 12:17 WIB
Batuk Berdarah, Apa Sebabnya?Foto: Thinkstock
Jakarta, Dokter yang terhormat, saya ingin menanyakan tentang batuk berdarah yang beberapa hari ini saya alami. Ini mulai terjadi ketika saya mulai mengonsumsi obat dari dokter yang memeriksa saya. Mohon bantuan Dokter, terimakasih.

Martin (Laki-laki, 35 tahun)

Jawaban

Batuk berdarah di dalam dunia kedokteran disebut sebagai hemoptisis. Penyebab tersering hemoptisis adalah tuberkulosis, bronkiektasis (pelebaran saluran pernapasan di paru-paru), karsinoma bronkogenik, bronkitis akut dan kronis.

Mengingat perkembangan riset terbaru, maka penyebab batuk berdarah saat ini beragam, misalnya;
1. Infeksi, contohnya pneumonia, TBC fibrotik kronis, bronkiektasis, dan abses paru-paru.

2. Neoplastik [keganasan]. Pada keganasan, ada peningkatan suplai arteri bronkial ke daerah tumor. Hemoptisis sebagai hasil dari nekronis, invasi mukosa, atau invasi lokal langsung dari pembuluh darah.

3. Iatrogenik
Batuk darah dapat terjadi karena manuver terapeutik endobronkial, bronkoskopi, intubasi yang bersifat traumatis. Penyebab lainnya termasuk ruptur atau infark arteri paru-paru akibat kateter Swan-Ganz. Batuk berdarah diinduksi obat dapat terjadi oleh paparan antikoagulan, aspirin, agen trombolitik.

4. Jantung
Pada kasus gagal ventrikel [bilik jantung] kiri dan mitral stenosis, dahak bercampur darah disebabkan oleh ruptur pembuluh darah [vena atau kapiler] di paru-paru atau hipertensi pembuluh darah vena di paru-paru.

5. Peredaran darah (hematologi)
Batuk berdarah dapat disebabkan oleh gangguan atau ketidaknormalan terkait pembekuan darah dan perdarahan, seperti yang dijumpai pada kasus trombositopeni, koagulopati, atau DIC (disseminated intravascular coagulation).

6. Kongenital
Malformasi paru-paru kongenital, seperti kista bronkogenik dapat menyebabkan hemoptisis.

7. Vaskulitis
Batuk berdarah dapat dijumpai di pasien dengan perdarahan paru-paru dari vaskulitis pembuluh darah kecil (misalnya pada kasus granulomatosis dengan poliangiitis; dahulu disebut sebagai granulomatosis Wegener).

Secara umum, penyebab batuk darah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni penyakit/gangguan di saluran pernapasan, penyakit/gangguan di parenkim paru-paru, serta penyakit/gangguan di pembuluh darah paru-paru.

Uji laboratorium yang sebaiknya dilakukan pada penderita batuk darah meliputi hitung darah lengkap (dijumpai anemia dan leukositosis), pembekuan darah, gas darah arteri, biokimiawi (fungsi hati, ginjal, marker tumor, dsb), urin (sedimen, proteinuria), dahak atau sputum (sitologi, mikrobiologi).

Pemeriksaan penunjang untuk pasien dengan batuk darah adalah dengan rontgen dada (posisi anterior-posterior dan lateral), multidetektor CT (MDCT) dada, angio-MDCT, bronkoskopi.

Terapi batuk berdarah diberikan dokter setelah melalui proses anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosis banding, dan penegakan diagnosis.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit