Robert Koch: Penemu Bakteri TBC

Cerita di Balik Lukisan Indah Seorang Gadis dengan Autisme

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 16/03/2017 10:30 WIB
Cerita di Balik Lukisan Indah Seorang Gadis dengan AutismeFoto: Firdaus Anwar
Jakarta, Di kediaman Tiffany Komara (25) di Sunter Hijau, Jakarta Utara, puluhan lukisannya memenuhi hampir seluruh bagian rumah. Sebagai gadis dengan autisme, melukis adalah salah satu kegiatan yang ia senangi untuk menyalurkan minat dan bakatnya.

Kegemaran Tiffany terhadap melukis tersebut muncul setelah ia mengikuti kegiatan di sanggar lukis pada usia 13 tahun. Sang ibu, Melissa, mengatakan ketika itu keluarga memang sedang mencari cara mencari kesibukan untuk Tiffany karena sulit baginya melanjutkan pendidikan formal.

Tahun 1990-an adalah masa di mana autisme belum terlalu dikenal luas. Oleh karena itu sulit bagi Tiffany mencari sekolah karena dirinya dianggap sebagai orang yang memiliki gangguan kejiwaan.

"Dia sempat mengenyam pendidikan sampai kelas 2 SMP, tapi setelah itu kepala sekolahnya ganti baru jadi enggak welcome lagilah... Akhirnya dia ikut kursus lukis," kata Melissa ketika ditemui detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Video: Mengenal Zizi, Bocah Tunanetra yang Jago Main Piano

Berawal dari menggambar menggunakan krayon lalu beralih ke kanvas, Tiffany ternyata menunjukkan kemajuan pesat. Kebanyakan lukisannya bertemakan pemandangan alam dan hewan yang indah dipandang.

Sejak saat itu beberapa lukisan hasil karya Tiffany diikutsertakan untuk mengikuti lomba atau pameran. Ada yang dikirim ke luar negeri, diberikan untuk tokoh tertentu, bahkan dibuatkan pamerannya sendiri.

"Ada dua atau tiga lukisan dikasih untuk dokternya dia, ada yang dikasih untuk Bu Ani Yudhoyono, ada yang dikasih ke London School," ungkap Melissa.

Lukisan TiffanyLukisan Tiffany Foto: Firdaus Anwar
Keluarga tadinya berniat mendukung penuh Tiffany terus mengembangkan diri di bidang melukis. Namun tiba-tiba saja sekitar dua tahun lalu setelah menghasilkan hampir seratus karya lukis kondisi kesehatan Tiffany memburuk.

Mata Tiffany alami katarak dan juga penurunan fungsi penglihatan secara keseluruhan. Dirinya harus beberapa kali jalani operasi dan kini sudah kesulitan untuk melihat normal bahkan dengan bantuan kacamata.

"Mata sebelah kanannya sudah enggak bisa melihat. Sebelah kirinya tinggal 13 persen. Makanya sudah susah melukis lagi," kata Melissa.

"Sekarang saya juga lagi mikir mau dicariin apalagi ya buat dia... Kalau ada kesempatannya sempat kepikiran juga bikin usaha galeri," lanjut Melissa.

Karena tidak mampu lagi melukis, bernyanyi dan bermain musik sekarang jadi fokus perhatian Tiffany. Setiap hari di kamarnya ia mendengarkan lagu-lagu mandarin lewat internet dan secara autodidak menciptakan versinya sendiri.

Baca juga: Ini Adi, Penyandang Down Syndrome yang Kini Jadi Mahasiswa IPB

Video Tiffany bisa disimak di sini:
(fds/vit)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit