Robert Koch: Penemu Bakteri TBC

True Story

Kena Wilm's Tumor, Bocah 2 Tahun Ini Harus Hidup dengan Satu Ginjal

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 16/03/2017 15:00 WIB
Kena Wilms Tumor, Bocah 2 Tahun Ini Harus Hidup dengan Satu GinjalFoto: dok. pribadi
Jakarta, Christopher Parlindungan, seorang bocah berusia 2 tahun asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, harus hidup dengan satu ginjal. Hal ini disebabkan oleh penyakit kanker ginjal langka yang diidapnya tahun lalu.

Ya, Christopher didiagnosis mengidap Wilm's Tumor, salah satu jenis kanker ginjal langka yang hanya menyerang anak-anak. Sang ayah, Irsan Donald Parlindungan, mengatakan tidak menyangka anaknya mengidap penyakit langka, apalagi harus kehilangan satu ginjal.

"Waktu itu ketika Christopher baru 1 tahun 1 bulan, perutnya kayak kembung, besar tapi keras. Kami pikir mungkin masuk angin atau sulit BAB. Jadinya diurut saja. Tapi kok sudah 2 bulan nggak berubah, akhirnya kami bawa ke dokter anak," tutur Donald, kepada detikHealth saat ditemui di kediamannya, Jalan Gandaria V, Jagakarsa Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pemeriksaan CT Scan, USG dan rontgen pun dilakukan untuk mengetahui apa penyebab bengkak di perut Christopher. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tumor di ginjal. Christopher pun divonis mengidap Wilm's Tumor.

Dikutip dari Mayo Clinic, Wilm's Tumor merupakan jenis kanker langka yang menyerang anak-anak. Penyakit ini disebut juga sebagai nephroblastoma, dan diketahui rentan menyerang sejak usia 2 hingga 5 tahun.

Baca juga: Sakit Langka, Gadis Cilik Ini Harus Hidup dengan Separuh Ginjal

Tidak ada penyebab pasti mengapa seorang anak bisa mengidap Wilm's Tumor. Data dari American Cancer Society menyebut 500 kasus terjadi tiap tahunnya di Amerika Serikat, dan sekitar 5 persennya menyerang kedua ginjalnya.

"Setelah positif Wilm's Tumor kami dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo. Di sana dikonfirmasi bahwa memang ginjalnya harus diangkat, dan peluang sukses fifty-fifty," tuturnya lagi.

Ibunda Christopher, Dachlyani Yustina Dewi, mengaku tidak menyangka anaknya yang baru berusia satu tahun lebih harus kehilangan satu ginjal. Namun Lia, begitu ia akrab disapa, tahu bahwa pengangkatan ginjal dibutuhkan untuk mengobati anaknya.

Christopher dan keluarganyaChristopher dan keluarganya (Foto: dok. pribadi)
"Masalahnya waktu itu kamar rawat di RSCM penuh. Di sisi lain dokter mengatakan ini harus ditindak segera. Kami ibarat memegang bom waktu," tandasnya.

Tak ingin anaknya terlambat mendapat penanganan, Donald pun mencoba peruntungan di luar negeri. Ia mengirimkan email yang menjelaskan kondisi anaknya serta hasil pemeriksaan sebelumnya ke beberapa rumah sakit di Penang, Malaysia.

Gayung bersambut, tak sampai 24 jam setelah mengirim email, seorang dokter dari The Island Hospital, Penang, membalas email Donald. Ia dan keluarga pun akhirnya memboyong Christopher ke Penang untuk dioperasi.

"Jadi hari ini datang, konsultasi, besoknya langsung dioperasi. Operasinya berjalan baik dan memakan waktu 5 jam. Tumornya sendiri saja beratnya satu kilogram. Puji Tuhan tidak ada kendala apapun," papar Lia.

Serangkaian pengobatan lanjutan mulai dari kemoterapi dan pemulihan pun dilakukan selama 3 bulan. Selama 3 bulan itulah Christopher dan keluarga menghabiskan waktu di Penang.

Baca juga: Kena Kanker Sejak di Rahim, Bocah Ini Cuma Punya 1 Ginjal di Usia 3 Tahun

Kejadian tak terduga terjadi pada Desember 2016, 8 bulan pasca operasi pengangkatan tumor di ginjalnya, Christopher didiagnosis mengalami perlengketan usus. Dikatakan Lia, dokter menyebut hal ini lazim terjadi pada pasien yang baru saja melakukan operasi besar.

"Jadi belum 2 tahun anak ini (Christopher) sudah mengalami macam-macam. Mulai dari di IGD, di rontgen, CT Scan, kemoterapi sampai operasi dua kali dalam setahun," kenang Lia.

Hampir setahun pasca operasi pengangkatan tumor di ginjal, tidak ada yang berubah dari diri Christopher. Bahkan menurut Lia, Christopher langsung bisa berjalan begitu tumor sudah selesai diangkat.

Saat ditemui detikHealth pun Christopher aktif berlarian, menggambar hingga bernyanyi dengan kedua kakaknya. Belajar dari pengalamannya, Lia berharap agar tidak ada lagi ibu yang anaknya mengidap penyakit Wilm's Tumor.

"Saya sendiri tidak tahu mengapa anak saya bisa kena penyakit ini. Tapi bagi ibu-ibu lain yang sedang hamil atau baru melahirkan, jangan ragu untuk melakukan skrining dan pemeriksaan kehamilan secara berkala," tuturnya.

Kisah Christopher bisa disimak dalam video berikut ini:

(mrs/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit