detikhealth

Demi Turunkan Bobot, Haruskah Kuning Telur 'Disingkirkan' Saat Makan?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 17/03/2017 13:02 WIB
Demi Turunkan Bobot, Haruskah Kuning Telur Disingkirkan Saat Makan?Foto: iStock
Jakarta, Untuk menurunkan berat badan, tak sedikit orang kemudian menjadi pemilih dan menghindari asupan tertentu. Salah satunya adalah kuning telur.

Ya, saat memakan telur, biasanya bagian yang kemudian dimakan hanyalah putih telurnya saja. Dengan begitu, diharapkan Anda bisa menurunkan berat badan. Sayangnya menurut nutrisionis Ashvini Mashru, RD, hal tersebut justru kurang tepat.

"Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi telur seutuhnya, dengan kuning telurnya juga, justru lebih tepat untuk menurunkan berat badan. Hal ini juga dapat meningkatkan kolesterol baik dalam darah," imbuh Mashru, yang juga merupakan penulis dari 'Small Steps to Slim' ini.

Menurut Mashru, telur merupakan asupan sehat yang kaya akan berbagai nutrisi penting. Termasuk di bagian kuning telurnya. Mengonsumsi telur seutuhnya berarti membuat Anda mendapatkan semua jenis nutrisi yang dimilikinya.

Memang betul bahwa jumlah kalori antara putih telur saja dan telur seutuhnya berbeda. Sebuah putih telur mengandung sekitar 17 kalori, sementara telur seutuhnya mengandung 70 kalori. Namun Anda perlu tahu bahwa nutrisi dalam kuning telurlah yang justru membuat Anda kenyang lebih lama. Jika Anda hanya memakan putih telurnya saja, Anda justru berisiko cepat lapar kembali.

"Itu karena nutrisi dalam kuning telur, seperti protein, vitamin B12, zat besi, dan vitamin D, membuat Anda kenyang lebih lama. Bahkan kombinasi protein dan vitamin B12 adalah kunci penting untuk membentuk otot dan penurunan berat badan," imbuh Mashru.

Baca juga: Benarkah Makan Kuning Telur Bisa Bikin Kolesterol Naik?

Di balik 70 kalori yang Anda konsumsi, ada jauh lebih banyak manfaat positif lainnya yang Anda dapatkan. Jika Anda sengaja menyingkirkan kuning telur, Mashru menuturkan Anda justru akan kehilangan banyak manfaat kesehatan. "Jadi ya, Anda bisa tetap menurunkan berat badan dengan mengonsumsi telur utuh," sambungnya.

Yang perlu Anda perhatikan adalah cara pengolahan telur itu sendiri. Disampaikan nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD kepada detikHealth baru-baru ini, asupan apapun yang bergizi jika pengolahannya tidak tepat dalam jangka panjang juga bisa menjadi berefek kurang baik. Ini berlaku juga untuk telur.

Salah satu penyebab menurunnya manfaat sehat dari konsumsi telur adalah pengolahannya yang dengan cara digoreng. Jika proses penggorengan dilakukan dengan minyak yang telah terhidrogenerasi, maka hal tersebut dapat meningkatkan kolesterol tubuh.

"Maka dari itu sebenarnya lebih disarankan untuk mengonsumsi telur yang direbus. Jika memang ingin menggoreng, gunakan minyak yang lebih tahan dipanaskan ketika menggoreng telur, seperti minyak kelapa atau mentega asli," tutur Jansen.

Hindari juga kebiasaan mengonsumsi telur mentah karena berpotensi terkontaminasi bakteri Salmonella. Mengonsumsi telur yang sudah terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan efek samping seperti bisulan, diare, kram perut dan demam.

Baca juga: Supaya Nutrisi Mi Instan Bertambah, Tambahkan Asupan Ini Ya


(ajg/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close