detikhealth

Konsultasi Seksologi
Dr. Andri Wanananda MS

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
Artikel 18+

Ingin Terapi Hormon Testosteron, Adakah Efek Sampingnya?

Rabu, 22/03/2017 18:15 WIB
Ingin Terapi Hormon Testosteron, Adakah Efek Sampingnya? Foto: ilustrasi/thinkstock
Malam Dok, saya pria berusia 42 tahun. Sudah dua tahun ini gairah seks saya sangat menurun. Saya sudah mencari beberapa alternatif, salah satunya dengan terapi hormon. Pertanyaan saya Dok:

1. Apa efek samping terapi tersebut? Sebagai tambahan informasi, kantung empedu saya telah diangkat berhubung adanya batu di empedu.

2. Berapa perkiraan biaya terapi hormon testosteron? Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih Dok.

A (Laki-laki, 42 tahun)

Jawaban

Sebelum injeksi testosteron perlu dipastikan apakah sungguh Anda mengalami defisiensi hormon testosteron. Ada 2 cara: pemeriksaan kadar free-testosteron darah di laboratorium klinik. Biaya relatif cukup mahal.

Menjawab 10 kuesioner di bawah ini. Jika jawaban no. A dan G atau ada 3 jawaban selain nomor tersebut, Anda menjawab 'YA'; kemungkinan besar kadar testosteron Anda menurun dan mengalami sindroma defisiensi testosteron.
A. Apakah libido Anda menurun akhir-akhir ini?
B. Apakah Anda merasa lemas, kurang tenaga?
C. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik Anda menurun?
D. Apakah tinggi badan Anda berkurang?
E. Apakah Anda merasa kenikmatan hidup menurun?
F. Apakah Anda merasa kesal atau cepat marah?
G. Apakah ereksi Anda kurang kuat?
H. Apakah Anda merasakan penurunan kemampuan berolahraga?
I. Apakah Anda sering mengantuk dan tertidur sesudah makan malam?
J. Apakah Anda merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja? (Morley JE, Bayer, 2006)

Biaya suntik testosteron relatif mahal, minimal Rp 2 juta setiap kali suntik. Tidak boleh diberikan pada pria dengan kanker/pembengkakan kelenjar prostat, kanker buah dada. Efek samping suntikan testosteron: kadang kadang timbul diare, nyeri lengan, pusing, keringat berlebihan, sakit kepala, gatal, gangguan prostat.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit