detikhealth

Standar 'Emas' Makanan Bayi: IMD, ASI Eksklusif dan MPASI Bergizi

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Kamis, 23/03/2017 07:49 WIB
Standar Emas Makanan Bayi: IMD, ASI Eksklusif dan MPASI BergiziFoto: Getty Images
Jakarta, Guna mengoptimalkan asupan gizi dan tumbuh kembang anak, ada tiga standar emas makanan bayi yang perlu dipahami orang tua: IMD (Inisiasi Menyusui Dini), ASI eksklusif dan MPASI bergizi seimbang.

Meski terkesan sepele, sayangnya hal ini masih kerap disalahartikan oleh orang tua. Oleh sebab itu, pelaksanaannya pun belum optimal. Demikian disampaikan oleh pakar laktasi dari Sentra Laktasi Indonesia (SELASI), dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM.

"Jadi ada yang namanya standar emas makanan bayi ya, ini rekomendasi dari WHO, yang merupakan standar paling tinggi. Tiga standar itu adalah inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif yaitu cukup ASI saja selama 6 bulan, serta pemberian MPASI yang berkualitas dan bergizi," ujar dr Utami dalam workshop jurnalis "Infant and Young Child Feeding", yang diadakan di Intercontinental MidPlaza Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Baca juga: Manfaat Menyusui untuk Ibu dan Bayi: Cegah Pneumonia dan Kanker Payudara

Inisiasi Menyusui Dini alias IMD dilakukan dengan meletakkan bayi di atas payudara ibu segera setelah dilahirkan. Bukan sekadar 5 atau 10 menit, menurut dr Utami IMD yang tepat dilakukan minimal satu jam. Ia menuturkan, yang banyak dilakukan saat ini justru sangat singkat dan tidak efektif.

Untuk ASI eksklusif dianjurkan untuk dilakukan selama enam bulan kehidupan. Ini berarti hingga usia enam bulan, bayi hanya diberikan ASI saja, bukan air atau makanan lain. Ditegaskan oleh dr Utami bahwa ASI telah memenuhi semua nutrisi yang diperlukan bayi dalam enam bulan pertama kehidupannya.

Setelah anak mulai diberikan makanan pendamping ASI atau MPASI, dr Utami juga menganjurkan para ibu untuk memberikan makanan rumahan pada bayinya, bukan makanan instan. Dalam fase ini, anak tetap dianjurkan untuk diberikan ASI.

"Tidak apa-apa sambil terus menyusui, bahkan sampai usia anak dua tahun atau lebih. Setelah enam bulan, ASI masih memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan anak," imbuh dr Utami.

Baca juga: Supaya ASI Tetap Lancar Meski Bekerja, Begini Saran Pakar Laktasi(ajg/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit