detikhealth

Mengintip Fasilitas Rumah Sakit di Pinggiran Tembagapura

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 24/03/2017 19:35 WIB
Mengintip Fasilitas Rumah Sakit di Pinggiran TembagapuraRS Wa Banti di Tembagapura (Foto: Radian/detikHealth)
Tembagapura, Di desa Wa Banti yang terletak di pinggiran distrik Tembagapura, terdapat rumah sakit di desa Banti, RS Wa Banti . Meski terletak di daerah pinggiran, fasilitas RS ini bisa dikatakan cukup lengkap.

Koordinator RS Wa Banti, dr Toni Kustolani MM mengatakan tenaga kesehatan di RS ini yakni 3 dokter (di rawat inap, rawat jalan, dan koordinator) dan 1 dokter di bidang Kesehatan Masyarakat, 19 perawat, 1 bidan, dan 2 petugas laboratorim serta radiologi. Setiap hari Kamis, ada kunjungan dokter spesialis anak dan dokter terkait HIV. Sementara, di hari Sabtu ada kunjungan dokter bedah, kemudian fisioterapis di hari Rabu dan Sabtu.

"Umumnya, pasien yang tidak membutuhkan penangangan khusus dari dokter spesialis akan dirawat di sini. Jumlah tempat tidur rawat inap 60 tapi dipakainya sekitar 20-40 persen saja. Untuk penunggu pasien, kita kasih makan juga. Kalau, pasien rawat jalan per minggu 500 pasien. Pasien ada yang datang dengan jalan kaki atau dengan chopper," kata dr Toni.

"Kalau chopper harus atas persetujuan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Komoro (LPMAK) dan biasanya untuk kasus yang urgent misalnya ibu yang akan melahirkan. Biasanya seminggu sekali ada kasus seperti itu," imbuhnya saat ditemui di RS Wa Banti, Tembagapura, Papua, Kamis (23/3/2017).

Beberapa fasilitas yang tersedia di RS Wa Banti di antaranya ruang isolasi Tuberkulosis (TB) yang terdiri dari 8 tempat tidur. Biasanya, mereka yang hasil tes dahaknya positif TB akan diisolasi. Setelah hasil tes dahaknya negatif, pasien boleh pulang dengan didampingi Pengawas Menelan Obat (PMO).

Ruang isolasi pasien TB RS Wa BantiRuang isolasi pasien TB RS Wa Banti Foto: Radian/detikHealth

Kemudian fasilitas dapur digunakan untuk menyiapkan makanan saja. Sebab, makanan sudah diolah dari Tembagapura. Penatalaksanaan sumber air juga dilakukan di sini dengan water treatment yang memiliki 3 sistem yakni media filter, filtration (membran), klorinisasi. Pemeriksaan E.coli dan coliform dilakukan tiap 1 minggu oleh Public Health Malaria Control (PHMC).

Baca juga: Cegah Penularan TB, Pengunjung RS Ini Dilarang Sembarangan Buang Ludah Pinang

Ketika ada masalah di genset house yang notabene 80 persen tenaganya diperuntukkan bagi RS, maka akan digunakan genset yang tersedia di RS Wa Banti. Untuk berobat, pasien tinggal datang dengan membawa kartu dan mendaftar. Setelah itu dilakukan pemeriksaan tanda vital dan dicatat keluhan umum yang dirasa oleh perawat melalui sistem yang terkomputerisasi.

Genset untuk rumah sakitGenset untuk rumah sakit Foto: Radian/detikHealth

Di Unit Gawat Darurat, dokter umum berkompetensi menstabilkan kondisi pasien, jika memang hendak dirujuk ke RS Tembagapura.

"Jadi data di komputer ini sudah terintegrasi. Misal pasien perlu periksa lab tinggal klik dia perlu periksa apa, ada datanya langsung di lab. Pemeriksaan kami cukup lengkap, ada darah lengkap, kimiawi, elektrolit, misalnya. Cuma yang nggak ada virologi," kata dr Toni.

Fasilitas lainnya yakni ruang bedah minor, pemeriksaan USG dan persalinan. Hanya saja, untuk kasus gawat janin atau caesar dirujuk ke RS Tembagapura menggunakan helikopter. Untuk kasus rawat jalan didominasi Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, malaria, muskuloskeletal, dan kesehatan gigi. Sementara, kasus rawat inap didominasi radang paru dan diare.

Laboratorium di RS Wa BantiLaboratorium di RS Wa Banti Foto: Radian/detikHealth

RS Wa Banti merupakan RS Tipe D yang dibangun di tahun 2002 dengan biaya dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) dengan dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia. Sebelumnya, RS Wa Banti merupakan klinik Banti. Uniknya, papan nama ruangan dan anjuran kesehatan juga ditulis dengan bahasa Amungme. Misalnya Hagainom Nongkalinamo yang artinya berhenti merokok dan Me&Enebele Omte yang artinya ruang periksa ibu dan anak.

RS Wa Banti terletak sekitar 4 km dari Tembagapura. Perjalanan ke sana menempuh waktu sekitar 40 menit dengan mobil melalui jalan tambang Freeport. Atau jika berjalan kaki, waktu tempuh sekitar 1 sampai 1,5 jam.

Bangunan RS Wa BantiBangunan RS Wa Banti Foto: Radian/detikHealth


Baca juga: Mau ke Rumah Sakit? Jangan Lupakan 5 Tips Ini Agar Terhindar dari Kuman(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit