detikhealth

Ketika Lampu Lalu Lintas Dimanfaatkan Sebagai Pengingat Pola Makan Sehat

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 26/03/2017 11:07 WIB
Ketika Lampu Lalu Lintas Dimanfaatkan Sebagai Pengingat Pola Makan SehatFoto: Radian/detikHealth
Tembagapura, Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengingatkan seseorang untuk mengonsumsi makanan secara sehat. Misalnya saja dengan membuat Food Traffic Light System berupa peringatan konsumsi makanan dengan memanfaatkan gambar lampu lalu lintas. Seperti apa?

Food Traffic Light System ini diaplikasikan dalam rupa gambar di alas makan mess hall (semacam kantin karyawan) PT Freeport Indonesia, salah satunya di Tembagapura. Di setiap meja, terdapat alas makan bergambar lampu lalu lintas dan juga diagram venn dengan ukuran cukup besar untuk menunjukkan proporsi makanan yang sehat.

Seperti lampu lalu lintas, warna yang digunakan adalah merah, kuning, hijau. Merah berisikan tulisan makanlah hanya sesekali. Kemudian kuning bertuliskan pilih dengan hati-hati dan hijau dengan tulisan pilihlah setiap hari. Dituliskan juga contoh asupan dalam kategori lampu merah seperti bubur kacang hijau, pancake, kuning telur, ikan atau ayam yang digoreng, daging sapi atau kambing, sosis sapi atau ayam, bebek, kentang goreng, kue, es krim, sirup, kecap atau mentega, dan saus sambal.

Di kategori lampu hijau, asupannya seperti nasi merah, kentang rebus, roti gandum, kacang-kacangan, sayuran, dan buah. Di kategori lampu hijau, asupannya seperti nasi merah, kentang rebus, roti gandum, kacang-kacangan, sayuran, dan buah. Foto: Radian/detikHealth


Baca juga: 6 Hal Ini Cuma Mitos Kesehatan Belaka, Masih Mau Percaya?

Sementara, asupan dalam kategori lampu kuning seperti nasi putih, ikan atau ayam yang tidak digoreng, sayur bersantan atau sup krim, dan buah kaleng. Di kategori lampu hijau, asupannya seperti nasi merah, kentang rebus, roti gandum, kacang-kacangan, sayuran, dan buah.

Di makanan dan minuman yang tersedia di sana juga diletakkan tanda berwarna merah, kuning (lebih cenderung ke oranye), dan hijau. Misalnya, untuk air putih diberi tanda hijau sedangkan jus apel diberi tanda orange. Lauk seperti daging dan ikan pun memiliki tanda oranye sedangkan menu sayur memiliki tanda hijau.

Manager Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia, Govert Waramori mengatakan penggunaan food traffic light system berupa gambar di alas makan sudah diterapkan sejak tahun 2015. Ide itu muncul karena medical check up karyawan yang dilakukan tiap tahun menunjukkan banyak karyawan yang memiliki faktor risiko Non-Communicable Disease atau Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Govert mengatakan, faktor risiko yang dimiliki karyawan di antaranya kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi.

"Maka dari itu kita buat program ini agar karyawan punya pola makan yang lebih baik lagi. Kita mengikuti rekomendasi Kementerian Kesehatan di mana 20 persen porsi makanan berupa karbihodrat, 30 persen protein, dan 50 persennya serat. Apalagi memang cost untuk biaya kesehatan tidak murah toh, terlebih untuk PTM," kata Govert kepada detikHealth.

Salah satu karyawan, Meli mengatakan penggunaan alas makan itu cukup berpengaruh baginya. Dengan adanya alas makan itu Meli mengaku lebih peduli dan ingat dengan apa makanan dan minuman yang dikonsumsinya. "Jadi kita lebih aware, ini fungsinya sebagai pengingatlah dan memang bermanfaat untuk saya pribadi ya," katanya.

Asupan dalam kategori lampu kuning seperti nasi putih, ikan atau ayam yang tidak digoreng, sayur bersantan atau sup krim, dan buah kalengAsupan dalam kategori lampu kuning seperti nasi putih, ikan atau ayam yang tidak digoreng, sayur bersantan atau sup krim, dan buah kaleng Foto: Radian/detikHealth

Baca juga: Ketika Mitos Kesehatan Dianggap Fakta Gara-gara Info Hoax

(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit