detikhealth

Kamboja Larang Para Ibu Menjual ASI-nya

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 29/03/2017 16:05 WIB
Kamboja Larang Para Ibu Menjual ASI-nyaFoto: Getty Images / BBC
Jakarta, Selama dua tahun terakhir, beberapa ibu di Kamboja diketahui rutin menjual air susu ibu (ASI) pada perusahaan swasta bernama Ambrosia Labs. Untuk setiap ons ASI, perusahaan memberikan harga sekitar Rp 6.500.

Menurut perusahaan dengan cara tersebut para ibu yang kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke bawah dapat memperoleh penghasilan tambahan. Selain itu ASI nantinya juga akan digunakan untuk membantu ibu-ibu di Amerika Serikat menyusui anaknya.

Baca juga: Ingat, ASI Donor Sifatnya Sementara

Menurut kritik, tren menjual ASI ini berbahaya karena malah mendorong ibu untuk berjualan bukan menyusui anak. Antropolog medis Aunchalee Palmquist menyebutkan belum lagi masalah bahwa kebanyakan wanita sebetulnya memproduksi ASI sesuai yang dibutuhkan oleh anak.

Oleh karena itu beberapa ibu mungkin tidak sadar bahwa dirinya telah menjual susu yang dibutuhkan oleh sang anak.

"Wanita-wanita ini dibayar per ons, jadi ada tekanan untuk mereka menghasilkan dan menjual susunya... Ketika Anda menaruh label harga, maka akan ada insentif," kata Aunchalee seperti dikutip dari BBC, Rabu (29/3/2017).

Bisnis ASI diakui oleh Aunchalee memang sedang berkembang pesat. Lewat internet atau jaringan pribadi orang-orang menjual ASI untuk berbagai kepentingan.

Beberapa negara ada yang mengeluarkan peraturan khusus terkait hal tersebut dan Kamboja merupakan salah satunya.

"Meski kami masih miskin, kami tidak semiskin sampai harus berjualan air susu ibu," ujar pemerintah Kamboja dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Ini Dia Produk-produk Olahan ASI untuk Konsumsi Pria Dewasa(fds/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit