detikhealth

Kata Dokter Soal 'Naikkan Massa Otot Turunkan Massa Lemak' Saat Diet

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 30/03/2017 09:35 WIB
Kata Dokter Soal Naikkan Massa Otot Turunkan Massa Lemak Saat DietFoto: thinkstock
Jakarta, Saat seseorang hendak menurunkan berat badan, salah satu prinsip yang kerap didengar adalah 'Naikkan massa otot dan turunkan massa lemak'. Tapi ingat, prinsip ini tidak bisa langsung diterapkan begitu saja.

"Itu tidak selalu terjadi. Kalau kamu sudah punya otot yang besar, kita mesti turunkan. Jadi tidak berlaku umum (prinsip) naikkan massa otot, turunkan massa lemak. Itu teori. Pada praktiknya coba jalanin, bisa nggak begitu," kata dr Michael Triangto, SpKO dari Klinik Slim and Health RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta.

"Tujuannya balik lagi. Turun dulu berat badan, masalah bentuk tubuh nanti. Tapi orang kita ini lain. Ada yang bilang 'dok saya mau turun bobot 15 kg, mau kecilin perut, kencengin tangan, dada gede, dan pantatnya bisa naik'. Nggak bisa begitu, mesti bertahap. Saat kita gedein dada, kita tambah massa otot ya nggak bisa turun dong (bobotnya). Jadi nggak bisa sekaligus dapat," tambah dr Michael usai Konferensi Pers 'Indonesia Bebas Anemia' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).

Baca juga: Jangan Senang Dulu Kalau Turun Bobot Terlalu Ekstrem, Otot Jadi Taruhan

dr Michael mengatakan mana yang dibutuhkan tubuh tentunya jumlahnya akan ditambah. Ketika massa lemak tinggi dan otot kendur, kadar lemak pun mesti diturunkan. Tapi, latihan yang dilakukan pun jangan berlebihan supaya tubuh tak terlalu bulky (berotot tapi berlebihan).

Ditambahkan dr Michael, olahraga yang menyebabkan turun badan jarang menimbulkan gelambir. Justru, diet ketatlah yang menyebabkan munculnya gelambir. Komposisi olahraga untuk menurunkan berat badan pun tak bisa dipukul rata alias berbeda-beda bagi tiap orang.

"Ada pasien saya beratnya 120 kg. Mau turunkan berat badan, nggak saya suruh latihan angkat beban. Saya suruh jalan, bukan lari atau lompat karena saya lihat ototnya udah gede. Di situ pentingnya kita atur komposisi otot dan lemak tubuh. Orang kurus bisa saja kolesterolnya tinggi. Karena lemaknya banyak, ototnya kecil, jadi kelihatannya dia kecil. Kalau begitu, kita mesti latih ototnya, lemaknya dibakar. Sebaliknya, kalau ototnya besar, lemaknya sedikit, dilatih terus, kapan turunnya (berat badan)," kata dr Michael.

Baca juga: Berenang Usai Nge-gym Bisakah Bantu Tingkatkan Massa Otot?(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit