detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Wajarkah Istri yang Selalu Cemburu pada Suaminya?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 30/03/2017 16:16 WIB
Wajarkah Istri yang Selalu Cemburu pada Suaminya?Foto: thinkstock
Jakarta, Mengapa saya selalu cemburu kepada suami? Wajarkah? Dan selalu merasa dibohongi suami?

Dinny (Perempuan, 42 tahun)

Jawaban

Dear Ibu Dinny,

Saya tidak bisa menyimpulkan wajar atau tidaknya kecemburuan dan kecurigaan Anda terhadap suami berdasarkan pertanyaan singkat Anda.

Untuk melihat apakah kecemburuan dan perasaan Anda dibohongi oleh pasangan ini wajar atau tidak, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah seberapa jauh Anda bisa membedakan antara fakta dan asumsi? Fakta adalah adanya kejadian yang memang menunjukkan bahwa pasangan terbukti melakukan membohongi Anda. Sementara asumsi, adalah persepsi Anda terhadap apa yang dilakukan oleh suami yang didasari pengalaman, lingkungan, dsb.

Misalnya nih, suami mengatakan bahwa ia lembur di kantor. Anda kemudian berasumsi bahwa suami berbohong karena pasangan hanya lembur pada hari-hari tertentu, dan membuat Anda mencurigai ada sesuatu yang tidak diceritakan oleh pasangan. Sumsi tersebut bisa menjadi fakta, jika Anda memiliki bukti bahwa pada hari-hari suami menyatakan lembur, rekan kerjanya mengunggah foto-foto suami dan rekan kerja sedang pergi karaoke ke media sosial (setelah memastikan bahwa foto tersebut memang diunggah pada waktu suami berbicara sebaliknya, bukan 'late post').

Kecemburuan menjadi tidak wajar ketika kecemburuan tersebut didasari atas banyak asumsi yang tidak terklarifikasi/ tidak terbukti. Hal ini juga yang biasanya menimbulkan adanya kegelisahan atau rasa tidak percaya kepada pasangan. Jika ini yang terjadi, coba Anda lihat kembali ke dalam diri Anda, apakah ada peristiwa yang membuat Anda tidak mudah percaya kepada pasangan? Kemudian tarik lebih jauh lagi, apakah ada peristiwa sebelumnya yang membuat Anda memang mengalami kesulitan percaya terhadap orang lain? Kadangkala ketidakpercayaan seperti ini berakar pada masalah psikologis yang lebih dalam, yang terkadang tidak disadari. Jika ini yang terjadi, konsultasikan dengan Psikolog Klinis Dewasa untuk memetakan permasalahan dan melihat alternatif solusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikannya. Semoga jawabannya membantu ya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close