detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Istri Malas Diajak Bercinta, Ada Apa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 05/04/2017 17:48 WIB
Istri Malas Diajak Bercinta, Ada Apa?Foto: thinkstock
Jakarta, Salam, saya sudah menikah dengan istri saya selama lima tahun. Sebelum dengan saya, istri saya adalah janda satu anak dan saya duda belum punya anak.

Sekarang anak kami sudah empat. Anak pertama laki-laki (7 tahun) kelahiran normal, anak ke dua perempuan (4 tahun) kelahiran dengan tindakan caesar, anak ke tiga laki-laki (2 tahun) dan anak ke empat laki-laki (1) kelahiran dengan tindakan caesar, sekaligus disteril.

Semenjak disteril, saya dan istri sangat-sangat jarang berhubungan intim. Bahkan saya sampai menuduh istri selingkuh dengan teman kantornya, karena sangat jarangnya kami berhubungan intim.

Beberapa kali saya komunikasikan masalah ini dengan istri, tapi jawaban istri saya adalah tidak tahu dan tidak mengerti. Kami malah lebih sering berdebat keras karena masalah ini. Istri saya tidak terima dituduh selingkuh, sedangkan saya menuduh istri selingkuh berdasarkan fakta jarangnya kami berhubungan intim.

Saya sudah coba dengan cara lebih halus, artinya tidak memaksa. Hasilnya nihil, bahkan kalau saya cuek, istri saya pun lebih cuek. Saya juga pernah mencoba dengan sekali-kali memegang daerah sensitif, seperti buah dada dan lain-lain, hasilnya istri saya tidak bereaksi apa-apa.

Bulan lalu, kami berhubungan intim 'hanya' satu kali dalam sebulan. Saya sangat sangat stres dan tertekan dengan situasi ini. Saya bingung, sebenarnya letak salahnya di mana.

Apakah memang benar istri saya punya selingkuhan di kantor yang bisa memuaskan dia? Atau istri saya berubah semenjak disteril? Saya sangat mohon bantuan pencerahan dengan situasi seperti ini. Terimakasih.

J (Laki-laki, 36 tahun)

Jawaban

Dear Pak J,

Menghadapi pasangan yang rasanya tiba-tiba kehilangan minat untuk bercinta memang biasa menimbulkan banyak asumsi pada laki-laki, salah satunya adalah apakah pasangan memiliki orang lain yang dapat memuaskannya. Padahal, dua hal tersebut seringkali tidak berhubungan sama sekali. Seperti yang Anda sampaikan, jarangnya Anda dan pasangan berhubungan intim memang merupakan fakta. Namun, mengatakan bahwa pasangan Anda berselingkuh, masih merupakan asumsi yang membutuhkan pembuktian.

Proses sterilisasi biasanya tidak mempengaruhi hasrat bercinta seseorang. Ada banyak hal yang mempengaruhi hasrat bercinta seseorang, ada yang disebabkan karena masalah fisik (kurangnya lubrikasi, nyeri saat berhubungan, dsb, memiliki penyakit tertentu, kelelahan), perubahan hormon (memasuki masa menopause, kehamilan dan menyusui), serta penyebab psikologis (kecemasan, depresi, stres, trauma, dsb).

Ketidaktahuan istri mengenai penyebab hilangnya gairah bercinta sebenarnya merupakan hal yang biasa terjadi. Semakin ditekan untuk memberikan jawaban yang tidak ia miliki, biasanya malah menimbulkan rasa frustrasi yang membuat gairah seks semakin menurun.

Jika kehilangan minat bercinta terjadi setelah kelahiran anak ke-4, dalam artian sebelumnya tidak pernah ada keluhan mengenai hubungan atau gairah seks, ada kemungkinan penyebabnya adalah kelelahan secara fisik dan mental. Merawat empat orang anak dengan jarak usia yang tidak terpaut jauh dan masih membutuhkan perhatian, mengurus suami, mengurus rumah tangga, dsb, tentu tidak mudah bagi pasangan Anda.

Jika sebelumnya Anda terfokus pada kemungkinan istri berselingkuh, bagaimana jika fokus Anda diubah dengan lebih memberikan dukungan kepada pasangan dengan memberikan bantuan lebih lagi dalam mengurus anak maupun rumah tangga? Misalnya, menawarkan bantuan untuk menjaga anak sehingga pasangan punya waktu untuk beristirahat atau merawat dirinya (biasanya, seorang ibu bahkan kesulitan untuk mandi).

Sentuhan halus yang bersifat merangsang secara seksual pada orang yang sedang kelelahan secara mental dan fisik memang biasanya tidak banyak berguna. Namun, sentuhan bisa tetap Anda lakukan dengan cara memberikan pijatan ringan dengan tujuan mengurangi kelelahan fisik yang dialami istri Anda. Lakukan ini pada jam-jam dimana waktu tidur bayi lebih panjang, sehingga interaksi ini tidak terpotong dengan tangisan bayi. Pada awalnya, Anda memang belum tentu mendapatkan hubungan seksual seperti yang Anda inginkan. Di sisi lain, jika Anda memang melakukannya dengan tulus dan fokus kepada kebahagiaan pasangan, biasanya istri juga terbantu untuk menjadi lebih rileks dan dapat membangkitkan keinginan untuk bercinta. Selamat mencoba ya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close