detikhealth

Dicari! Orang yang Mau Tidur-tiduran dan Dibayar Rp 227 Juta

Nurvita Indarini - detikHealth
Jumat, 07/04/2017 11:32 WIB
Dicari! Orang yang Mau Tidur-tiduran dan Dibayar Rp 227 JutaFoto: thinkstock
Toulouse, Cuma tidur-tiduran dan dibayar sampai sekitar Rp 227 juta, rasanya menggiurkan sekali ya. Kalau ada tawaran seperti ini, apakah Anda tertarik bergabung?

Tawaran ini dilontarkan oleh ilmuwan dari Institute for Space Medicine and Physiology (Medes) di Prancis. Jadi tawaran ini diberikan pada pria berusia 20 sampai 45 tahun, utamanya yang sehat dan fit. Yang bersangkutan juga haruslah bukan seorang perokok.

Yang bersangkutan juga harus memiliki indeks massa tubuh 22-27, melakukan olahraga secara rutin dan teratur, serta tidak memiliki alergi ataupun pantangan makan.

Yakin cuma tiduran saja? Sebenarnya tidak sesimpel itu. Karena orang-orang ini tidak boleh turun dari tempat tidur selama 60 hari. Selain itu posisi badannya saat tidur akan dibuat miring, yaitu kurang dari enam derajat, di mana posisi kepala akan berada sedikit lebih rendah dari posisi kaki.

"Jadi aturannya adalah menjaga setidaknya salah satu bahu tetap menempel dengan tempat tidur," ujar Dr Arnaud Beck, salah satu peneliti kepada 20 Minutes, seperti dikutip dari mirror.co.

Bagaimana jika harus ke toilet? Kegiatan di toilet dan makan harus dilakukan dengan posisi tidur seperti itu. Selama kegiatan, separuh relawan akan mendapat suplemen anti-oksidan dan makanan anti-inflamasi. Sementara separuh relawan lainnya tidak akan mendapat suplemen itu.

Baca juga: Asyik, Pegawai di Perusahaan Ini Dibayar untuk Tidur

Kata peneliti, relawan akan diperingatkan jika tubuhnya akan merasakan efek samping dari kegiatan tersebut seperti sistem kardiovaskuler yang cenderung melemah. Massa otot, massa tulang dan kekebalan tubuh juga berpotensi menurun. Selain itu ada kemungkinan relawan menjadi bungkuk, juga ada pengaruh pada metabolisme dan pola tidurnya.


Dikutip dari situs resmi Medes, studi ini membutuhkan waktu total 88 hari. Jadi 14 hari pertama merupakan persiapan, dilanjutkan 60 hari aktivitas di tempat tidur, dan 14 hari terakhir adalah pemulihan.

Percobaan ini digelar dalam dua periode. Periode pertama Januari hingga April 2017. Percobaan kedua dilangsungkan pada September sampai Desember 2017.

Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui efek jangka panjang kondisi tanpa bobot seperti yang dialami astronot di ruang angkasa. Akan dilihat pula efek pemberian kombinasi suplemen antioksidan dan obat anti-inflamasi pada tubuh.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

Baca juga: Bed Rest Study, Ketika Orang-orang Dibayar Hanya untuk Rebahan di Kasur

(vit/lll)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit