detikhealth
Konsultasi Laktasi

Payudara Nyeri Saat Menyusui dan ASI Kian Berkurang, Apa Sebabnya?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Sabtu, 08/04/2017 15:00 WIB
Payudara Nyeri Saat Menyusui dan ASI Kian Berkurang, Apa Sebabnya?Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Selamat siang Dok. Saya mau tanya, saya sudah tujuh bulan memberikan ASI (Air Susu Ibu) pada anak saya. Tapi, akhir-akhir ini payudara saya sering nyeri saat menyusui dan air susunya pun juga berkurang. Apa rasa nyeri bisa memengaruhi produksi ASI saya Dok? Dan bagaimana cara mengatasi rasa nyeri tersebut Dok? Terimakasih.

Ita (Perempuan, 25 tahun)

Jawaban

Selamat siang Ibu Ita, terima kasih atas pertanyaannya. Untuk dapat menetek dengan efektif, bayi harus melekat (latch) di areola, bukan di puting. Jika bayi hanya menetek di puting, ibu akan merasakan nyeri pada saat menyusui. Rasa nyeri ini akan mengganggu kerja hormon oksitosin, yaitu hormon yang berperan dalam pengeluaran ASI, sehingga ASI tidak bisa keluar dengan optimal.

Pelekatan yang kurang tepat dapat disebabkan oleh penggunaan dot atau empeng. Penggunaan dot atau empeng menyebabkan bayi tidak dapat menetek dengan baik di areola. Bayi cenderung hanya menetek di puting, sehingga bayi tidak dapat memperoleh ASI dalam jumlah yang cukup dan ibu merasakan nyeri puting ketika menyusui.

Hal lain yang dapat menyebabkan bayi tidak melekat dengan baik di payudara adalah adanya kelainan anatomis pada mulut bayi yang menyebabkan pergerakan lidah bayi terbatas. Otot-otot lidah sangat berperan pada saat bayi menetek, sehingga apabila gerakannya terbatas, bayi akan menetek di puting dan ibu akan merasakan nyeri pada saat bayi menetek.

Jika saat ini bayi sudah berusia 7 bulan, produksi ASI ibu memang sudah tidak sebanyak saat bayi masih ASI eksklusif. Kebutuhan energi bayi akan bertambah dan bayi membutuhkan asupan kalori yang cukup dari makannya. Oleh karena itu, perlu juga dievaluasi pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bayi apakah sudah sesuai dengan menu gizi seimbang 4 bintang (karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur dan buah, dan sumber lemak), juga tekstur, porsi, dan frekuensi pemberian MPASI. JIka pemberian MPASI nya sudah tepat, insya Allah kebutuhan gizi bayi sudah tercukupi, dan ASI dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun.

Silakan ibu mengunjungi klinik laktasi untuk evaluasi proses menyusui dan konseling MPASI, dan yang paling penting hindari pemakaian dot atau empeng pada usia bayi berapapun.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat
www.rspermatadepok.com

(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit