detikhealth

Hindari Kegemukan, Anda Disarankan Tidak Nonton TV Sambil Makan

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 10/04/2017 11:32 WIB
Hindari Kegemukan, Anda Disarankan Tidak Nonton TV Sambil MakanFoto: Thinkstock
Jakarta, Beberapa orang mungkin sengaja menempatkan televisi di dekat meja makan agar lebih bersemangat makan dan membunuh kesepian. Tapi hati-hati menonton televisi saat makan bisa memunculkan risiko kegemukan.

Adalah tim peneliti di Ohio State University yang melakukan penelitian kaitan antara kebiasaan makan keluarga dengan risiko obesitas. Nah, studi menemukan orang dewasa yang tidak menonton televisi ketika sedang makan bersama keluarga memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kegemukan.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Academy of Nutrition and Dietetics tersebut, peneliti menganalisis data survei via telepon yang digelar pada 2012 lalu oleh Ohio Medicaid Assessment Survey. Sekitar 13 ribu responden terlibat dalam survei tersebut.

Baca juga: Makan Sendirian di Rumah Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Selanjutnya peneliti menghitung indeks massa tubuh responden setelah mengantongi data tinggi badan dan berat badannya. Langkah berikutnya, peneliti menggunakan model regresi logistik untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan pola makan keluarga. Sementara itu faktor-faktor lainnya seperti status pekerjaan dan perkawinan, tingkat pendidikan, etnisitas dan usia juga turut dipertimbangkan.

Menurut studi tersebut, orang yang tidak pernah menonton televisi atau video selama makan bersama keluarga diketahui 37 persen lebih rendah mengalami risiko obesitas dibanding yang menonton TV sambil makan. Risiko obesitas paling rendah ditemukan pada mereka yang makan makanan rumahan dan memakannya tanpa diganggu tayangan televisi atau radio.

Baca juga: Agar Tetap Sehat dan Langsing, Hindari 5 Menu Ini Saat Makan Siang

Sebelumnya, penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi American Heart Association menyebut ada kebiasaan lain yang bisa menyumbang peningkatan risiko obesitas, yakni jika makan bersama dengan orang lain. Kata studi, kemungkinan seseorang untuk makan berlebihan atau melanggar diet paling banyak terjadi ketika responden makan di luar rumah dan bersama teman-teman. Sebaliknya, angka pelanggaran ini paling sedikit terjadi ketika responden sedang berada di tempat kerja atau di dalam rumah.(vit/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit