detikhealth
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Bagaimana Seharusnya Bersikap Terhadap Keluarga Mertua?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 10/04/2017 18:35 WIB
Bagaimana Seharusnya Bersikap Terhadap Keluarga Mertua?Foto: thinkstock
Jakarta, Hai Mbak Wulan apa kabar? Sebelumnya, terima kasih jika Mbak sudah mau baca konsultasi saya. Ini di luar masalah seks Mbak.

Bagini Mbak, saya sudah hampir dua tahun menikah. Saya menikah muda dan sudah dikarunia seorang anak perempuan satu tahun Mbak.

Semenjak saya lahiran anak pertama keluarga mertua saya jadi pengatur sekali terhadap saya dan saya sangat tidak suka itu, 'kamu harus begini kamu harus begitu'. Entah dari kapan, suatu hari saya dengar percakapan antara ibu mertua dan adik perempuannya sedang membicarakan saya tapi saya tidak melabrak, saya hanya mendengarkan saja yang isinya kurang lebih menilai saya seolah-olah tidak bisa mengurus anak padahal kejadian dan yang diomongkan tidak seperti itu.

Saya lantas tidak cerita dengan suami saya karena yang ada dipikiran saya jika saya cerita, pasti dia akan membela ibunya karena dia sangat sayang sekali terhadap ibunya. Ibu mertua sebenarnya baik tetapi yang tidak saya senang dari dia dan keluarganya, terutama adik perempuannya adalah sikapnya terhadap saya yang di depan sangat baik bahkan membicarakan keburukan anggota keluarga yang lain, tetapi jika di belakang saya entah itu dengan adiknya atau keluarganya pasti ada saja yang diceritakan mengenai saya.

Ini tidak terjadi sekali atau dua kali Mbak, saya sudah beberapa kali memergoki mereka sedang membicarakan saya bahkan sampai keluarga saya dibawa-bawa. Tapi saya hanya diam Mbak. Saya hanya berpikir kalau ada yang salah dari saya silakan bicara dengan saya dan di depan saya jangan bicara dibelakang. Kan saya jadi tidak tahu kalau ini salah atau benar di mata mereka.

Tapi saya belum berani untuk bicara seperti itu. Saya juga sebenarnya ingin sekali cerita dengan suami saya, tapi pasti dia menganggap ini masalah enteng padahal yang saya rasakan sangat tidak nyaman dengan ini semua. Bagaimana seharusnya sikap saya Mbak? Terutama dengan ibu mertua dan adiknya.

R (Perempuan, 22 tahun)

Jawaban

Dear Mbak R,

Dalam pernikahan di Indonesia, memang kita tidak hanya menikah dengan pasangan kita tetapi juga dengan keluarganya. Hal ini juga yang terkadang membuat keluarga pasangan merasa punya 'hak' untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga. Seperti pertentangan antara menantu perempuan dan mertua, terutama mengenai pengasuhan dan pendidikan cucu, pertentangan antara saudara juga memang terkadang tidak terelakkan.

Saya bisa memahami jika Anda menginginkan keluarga pasangan untuk berbicara langsung di depan Anda. Namun, kalau berdasarkan pengalaman Anda secara umum, apakah memberikan penjelasan kepada orang yang memang senang membicarakan keburukan orang lain akan berpengaruh terhadap perilaku mereka? Biasanya, orang yang senang membicarakan keburukan orang lain di belakang tidak mempedulikan apakah yang Anda lakukan itu benar atau salah, mereka hanya senang mencari kesalahan dan membicarakan keburukan orang lain.

Kalaupun ada hal yang ingin Anda bicarakan dengan pasangan, sebaiknya bicarakan hal-hal yang dapat menjadi kesepakatan kalian berdua. Misalnya, bagaimana pola asuh yang mau diterapkan, nilai-nilai yang mau ditanamkan di dalam keluarga, pembagian peran, menyelaraskan harapan dalam perkawinan, dsb. Bagaimanapun omongan keluarga besar, yang menjalankan keluarga kecil Anda saat ini adalah kerjasama antara Anda dan pasangan. Jadikan kesepakatan tersebut sebagai panduan dalam penerapan keseharian.

Kalaupun ada yang tidak suka, jadikan hal tersebut sebagai masukan dan diskusi dengan pasangan, sehingga tidak ada pihak yang merasa diserang dan tidak ada pihak yang perlu dibela, bukan? 'Omongan' dari pihak luat akan selalu ada, kesepakatan Anda dengan pasangan yang akan memberi batas sejauh mana intervensi dari pihak luar dapat mempengaruhi Anda dan keluarga kecil Anda. Selamat berdiskusi.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit