detikhealth

Peneliti Ini Ungkap Dampak Menonton Video Porno Sebelum Kencan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 11/04/2017 09:37 WIB
Peneliti Ini Ungkap Dampak Menonton Video Porno Sebelum KencanFoto: Thinkstock
Jakarta, Jangan terburu berpikir mesum dulu. Ada kalanya sesuatu yang dianggap buruk seperti video porno nyatanya bisa dimanfaatkan untuk hal positif. Setidaknya inilah yang ditemukan peneliti dari Israel.

Menurut tim peneliti dari Interdiscplinary Center Herzilya ini, menonton video porno sebelum kencan pertama dapat membantu seseorang untuk mendapatkan hati incarannya.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, partisipan dibagi ke dalam dua kelompok: yang pertama dipapari konten seksual dan kelompok kedua atau kontrol dipapari konten netral.

Kemudian partisipan diminta memaparkan pengalaman hidup mereka kepada orang asing lewat sarana Instant Messenger. Sebagai pembanding, peneliti juga meminta partisipan melakukan hal serupa tetapi di hadapan orang asing yang bertatap langsung dengan mereka.

Hasilnya mengejutkan, partisipan yang sebelumnya dipapari konten seksual terbukti lebih terbuka terhadap orang asing, baik ketika berinteraksi lewat aplikasi mengobrol ataupun secara langsung.

"Bahkan tidak menutup kemungkinan jika strategi ini dapat digunakan untuk membuat seseorang lebih dekat dengan calon pasangan potensialnya," tulis peneliti dalam laporan mereka yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin.

Baca juga: Nonton Porno Sejak Remaja Bisa Picu Seseorang Jadi Predator Seks

Namun apakah saran ini tidak dirasa keterlaluan? Bertemu seseorang dalam kencan buta biasanya membutuhkan keberanian yang luar biasa. Akan tetapi menonton video porno sebelum kencan nyatanya juga mampu membangkitkan keberanian seseorang, selain soal keterbukaan tadi.

"Temuan kami mengindikasikan bahwa 'sexual priming' justru mendorong seseorang untuk membuka dirinya dan lebih terbuka pada lawan jenisnya, meskipun mereka tidak saling kenal," tambah peneliti seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa (11/3/2017).

Studi ini senada dengan penelitian sebelumnya yang dipublikasikan NY Magazine. Studi tersebut membagi penonton video porno ke dalam tiga kategori, yang dua di antaranya adalah rekreasional dan kompulsif.

Bagi mereka yang hanya sesekali menonton porno, total selama 24 menit per pekan dilaporkan tidak merasakan konsekuensi negatif dari kebiasaannya. Lain halnya dengan yang kompulsif, apalagi ini juga diduga memicu ketagihan terhadap konten tersebut.

Baca juga: Berawal dari Akses Pornografi, Remaja Bisa Penasaran Lakukan Seks Bebas

(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit