detikhealth

Dengan 'Bantuan' Ikan Zebra, Peneliti Temukan Obat Parkinson

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 12/04/2017 10:37 WIB
Dengan Bantuan Ikan Zebra, Peneliti Temukan Obat ParkinsonFoto: Ilustrasi/thinkstock
Sydney, Penyakit parkinson masih belum ada obatnya. Namun ilmuwan Australia berhasil menemukan obat untuk meredakan gejala penyakit ini dengan cara yang tidak biasa.

Caranya adalah dengan mereplikasi penyakit Parkinson pada tubuh ikan zebra. Upaya yang dilakukan tim peneliti dari Garvan Institute of Medical Research, Sydney ini merupakan yang pertama kalinya di dunia.

Di laboratorium, ikan zebra menjalani modifikasi genetik seperti halnya yang terlihat pada pasien Parkinson.

Kemudian mereka juga dipapari berbagai faktor eksternal yang selama ini dikaitkan dengan penyakit ini, di antaranya pestisida.

Faktanya, ketika kedua hal ini dilakukan, otak ikan zebra menunjukkan kehilangan sel hanya dalam hitungan hari. Jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan tikus yang memakan waktu setahun atau manusia yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Baca juga: Studi: Parkinson Bisa Dikenali dari Cara Mengetik di Keyboard Komputer

Kemudian kepada ikan zebra tersebut, peneliti mengujicobakan 1.000 obat. Dari ke-1.000 obat tersebut, ada tiga yang dianggap berhasil mengembalikan pergerakan ikan menjadi normal.

"Salah satunya beraksi dengan cara membantu mendaur ulang pusat penghasil energi yang ada di dalam sel. Inilah yang lantas mencegah hilangnya sel-sel neuron penghasil dopamine di otak ikan zebra," terang Dr Daniel Hesselson, kepala laboratorium di Garvan Institute, seperti dilaporkan ABC Australia.

Seperti kita tahu, parkinson merupakan penyakit yang mempengaruhi sistem motorik atau pergerakan penderitanya, akibat hilangnya sel-sel otak, utamanya yang bertugas memproduksi dopamine.

Namun dari percobaan yang dilakukan Hesselson dan timnya, ditemukan obat yang dapat mencegah hilangnya sel-sel di otak tersebut.

Hesselson juga meyakini obat-obatan tersebut dapat dimodifikasi untuk dipergunakan oleh manusia. "Tujuan jangka panjang kami adalah menggunakan informasi yang diperoleh dari percobaan ini untuk memperlambat, atau bahkan menghentikan perkembangan penyakit degeneratif ini," harapnya.

Tak hanya itu, peneliti memprediksi penggunaan ikan zebra untuk percobaan seperti ini akan memberikan alternatif dalam dunia medis, apalagi mereka terbukti dapat memperlihatkan hasil percobaan yang lebih cepat daripada tikus.

Baca juga: Cedera pada Kepala Bisa Picu Penyakit Parkinson, Benarkah? (lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit