detikhealth
Konsultasi Laktasi
dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC

Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat

Adakah Dampak Jika Anak Sudah Diberi Sufor Lalu Diberi ASI?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 13/04/2017 15:16 WIB
Adakah Dampak Jika Anak Sudah Diberi Sufor Lalu Diberi ASI?Foto: Thinkstock
Jakarta, Dok, saya sempat gagal menyusui anak saya saat pertama kali lahir dan akhirnya anak saya berikan susu formula. Tapi, rekan saya memberi tahu manfaat dari ASI (air susu ibu) dan sekarang saya ingin mencoba memberikan anak saya ASI kembali yang alhamdulilahnya ASI saya masih berproduksi Dok.

Saya mau bertanya, apakah ada dampaknya jika anak sudah diberikan susu formula lalu diberikan ASI? Lalu bagaimana cara saya jika anak saya menolak diberikan ASI? Terimakasih Dok.

Fatma (Perempuan, 28 tahun)

Jawaban

Selamat sore Ibu Fatma, terima kasih atau pertanyaannya. Kalau boleh tahu, berapakan usia anak ibu sekarang?

Bayi yang diberikan susu formula akan lebih rentan mengalami penyakit-penyakit seperti asma, alergi, infeksi telinga, infeksi saluran napas, gangguan kardiovaskular, obesitas, kanker anak (terutama leukemia, limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin), obesitas, dan lain-lain. Ibu yang tidak menyusui bayinya juga akan lebih rentan untuk mengalami diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, osteoporosis, kanker payudara, kanker indung telur, Alzheimer, dan memperpendek jarak kelahiran.

Bayi yang sebelumnya pernah diberikan susu formula sangat mungkin untuk bisa menetek lagi kepada ibunya, hal ini dikenal dengan istilah relaktasi. Relaktasi adalah suatu proses mengembalikan bayi yang sudah tidak menetek menjadi menetek kembali kepada ibunya. Hal pertama yang perlu dilakukan agar bayi dapat menetek kembali kepada ibunya adalah mengembalikan hubungan keterikatan batin (bonding) antara ibu dan bayi dengan cara melakukan kontak kulit ke kulit (skin to skin) 24 jam bersama bayi.

Langkah berikutnya adalah menghentikan penggunaan dot atau empeng jika sebelumnya pernah menggunakan. Dot dan empeng akan mengubah hisapan bayi sehingga bayi tidak dapat menetek dengan baik. Penggunaan dot dan empeng juga akan mengganggu bonding ibu dan bayi. Kepuasan oral bayi sudah terpenuhi saat menghisap dot atau empeng, sehingga apabila bayi diberikan payudara ia sudah tidak tertarik lagi atau bahkan menolak menetek sama sekali.

Proses relaktasi juga sangat bergantung pada usia bayi saat ini. Semakin besar usia bayi, maka tantangan untuk bisa menetek kembali menjadi lebih besar. Oleh karena itu, jika ibu sudah berniat untuk menyusui kembali, ibu dapat segera datang ke klinik laktasi. Di klinik laktasi akan dilakukan evaluasi menyusui dan dilakukan penilaian apakah bayi mengalami kesulitan tertentu dalam menghisap atau tidak. Dan yang paling penting jika sebelumnya bayi menggunakan dot atau empeng, sebaiknya segera dihentikan penggunaannya.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat
www.rspermatadepok.com(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit