detikhealth
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Menyikapi Istri yang Sering Menjelek-jelekkan Suami di Depan Anak

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 13/04/2017 18:15 WIB
Menyikapi Istri yang Sering Menjelek-jelekkan Suami di Depan AnakFoto: thinkstock
Jakarta, Istri saya sering menjelekkan saya di depan anak, baik itu untuk masalah besar ataupun kecil. Akibatnya anak tidak mau nempel sama saya dan terkadang terkena emosi istri atau saya. Anak juga menjadi takut sama saya. Mohon solusinya. Terimakasih.

R (Laki-laki, 40 tahun)

Jawaban

Dear Bapak R,

Idealnya memang pertengkaran, apalagi yang melibatkan adanya kekerasan (verbal maupun fisik), tidak dilakukan di hadapan anak. Meskipun terkadang bisa dipahami ada masa-masa dimana orangtua juga mengalami kesulitan untuk mengelola diri karena banyak faktor, seperti kemarahan sudah memuncak, kelelahan, dsb. Yang menjadi penting adalah bagaimana respons orang tua ketika sudah telanjur 'kelepasan' di depan anak.

Hal pertama yang perlu Anda berdua lakukan sebenarnya adalah dengan belajar untuk mengelola diri. Selama ini, ketika istri menjelek-jelekkan Anda, bagaimana respons Anda terhadap istri dan anak? Ketidakdekatan anak dengan Anda memang salah satunya bisa disebabkan karena perilaku istri, namun, bagaimana resposn Anda dalam menanggapi hal tersebut juga tentu akan memberikan informasi tambahan mengenai gambaran diri Anda di mata anak. Pada anak usia tertentu, ketakutan terhadap Ayah bisa diperkuat ketika ia mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan dengan ayahnya secara langsung. Ada kemungkinan pada saat Anak 'terkena emosi Anda' tersebut yang meninggalkan jejak-jejak ketakutan saat berinteraksi dengan Anda.

Membangun kembali hubungan anak memang tidak mudah namun bukan berarti tidak dilakukan. Sayangnya Anda tidak menyebutkan usia anak Anda saat ini, karena usia anak juga dapat berpengaruh terhadap bagaimana anak menghayati peristiwa yang terjadi sehingga berbeda pula cara pendekatannya. Secara umum, Anda bisa mulai dengan tetap melakukan pendekatan kepada si anak dengan menghabiskan waktu bersama. Misalnya, menemani anak bermain atau belajar, dsb.

Tidak perlu memaksakan jika anak merasa tidak nyaman, lakukan saja secara bertahap. Imbangi juga dengan mengenali emosi Anda sendiri, kapan saja saat Anda mudah terpicu, bagaimana Anda bisa meredakannya, dsb, sehingga tidak 'kelepasan' saat berinteraksi dengan anak. Mengubah respon Anda terhadap kemarahan istri juga biasanya bisa membantu, karena pada dasarnya Anak menjadikan relasi orang tuanya sebagai dasar ia berelasi dengan orang lain.

Sementara itu, perbaiki pula hubungan dengan pasangan Anda. Menjelek-jelekkan pasangan, terutama di depan anak, merupakan salah satu ciri hubungan yang tidak sehat. Dimana pasangan akhirnya mencari 'sekutu' dan terkadang membuat Anak merasa 'dipaksa' memilih. Pilih waktu untuk membicarakan masalah Anda berdua saat anak tidak berada di sekitar Anda berdua. Selain itu, buat kesepakatan bahwa saat kalian hendak mulai bertengkar atau pasangan mulai menjelek-jelekkan, salah satunya berhak untuk menarik pasangan ke ruangan lain.

Jika pasangan sudah tidak bisa diajak untuk berdiskusi, sebaiknya cari pihak ketiga yang bisa Anda percaya dan punya posisi netral dalam melihat permasalahan Anda. Orang tersebut bisa keluarga, pemuka agama, atau profesional. Anda dapat melakukan terapi keluarga jika Anda memilih untuk berkonsultasi dengan profesional untuk melihat bagaimana interaksi semua orang yang ada saling berpengaruh terhadap satu sama lain dan bagaimana mengantisipasi potensi masalah yang bisa terjadi. Jika istri Anda menolak, tidak ada salahnya Anda sendiri yang datang dan berkonsultasi, paling tidak untuk meredakan emotional distress yang dirasakan dalam berelasi dengan istri.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close