detikhealth

Artikel 18+

Komentar Ahli Kandungan Terkait Kebiasaan Seks Anal

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 17/04/2017 19:34 WIB
Komentar Ahli Kandungan Terkait Kebiasaan Seks AnalFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Obstetrics & Gynecology tahun 2016 diketahui bahwa sebanyak 12,2 persen wanita di Amerika Serikat pernah melakukan seks anal. Jumlah tersebut diperkirakan akan semakin mengalami peningkatan didorong karena rasa penasaran.

Menurut analis psikologi Paul Joannides aktivitas seks anal ini semakin hari semakin ditoleransi sebagian karena budaya populer yang meluaskannya. Mulai dari film, buku, hingga artikel di internet pembahasan tentang seks anal ini dapat dengan mudah ditemukan.

Lalu bila di lihat dari sisi kesehatan, apakah hal tersebut sesuatu yang dibenarkan? Spesialis kandungan dr Lauren F. Streicher dari Center for Sexual Medicine and Menopause, Northwestern University, menjawab bahwa sebetulnya seks anal tidak dianjurkan.

Baca juga: Hamil Akibat Seks Anal? Nyaris Mustahil, Tapi Beginilah Faktanya

Ada beberapa dampak negatif yang risikonya dapat terjadi lebih tinggi pada pasangan yang rutin melakukan seks anal. Sebagai contoh mereka akan lebih mudah terkena penyakit seks menular dan mengalami gangguan fungsi otot anus (inkontinensia).

"Hadapi saja, anus itu tidak dirancang untuk bercinta. Dia hanya untuk jalan keluar (feses -red) satu arah," kata dr Lauren seperti dikutip dari Health, Senin (17/4/2017).

"Vagina di lain sisi memiliki dinding seperti akordion yang tebal dan elastis sehingga bisa mengakomodasi penis atau bayi," lanjut dr Lauren.

Apabila pasangan memang penasaran ingin mencoba anal seks, dr Lauren menyarankan agar memakai kondom. Alasannya untuk mengurangi seminimal mungkin risiko terkena penyakit infeksi.

"Sebagai spesialis kandungan saya selalu menyarankan pasien untuk memakai kondom bila ingin mencoba seks anal meski mereka dalam hubungan monogami (saling berkomitmen)," tutup dr Lauren.

Baca juga: Hindari Seks Anal Jika Tak Ingin Kena Inkontinensia(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit