detikhealth

Peneliti Pastikan Rokok Berkontribusi pada Kanker Anak

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 18/04/2017 16:06 WIB
Peneliti Pastikan Rokok Berkontribusi pada Kanker AnakFoto: uyung
Jakarta, Bibit kanker pada anak biasanya sudah dimiliki sejak masih dalam kandungan. Tetapi perubahan yang terjadi pada dirinya sehingga memicu kanker dapat disebabkan oleh beragam hal.

Salah satunya diungkap peneliti dari Helen Diller Family Comprehensive Cancer Center, University of California San Fransisco. Menurut mereka, orang tua yang merokok memicu perubahan genetik di tubuh anak-anak mereka sehingga mengakibatkan munculnya bibit kanker, utamanya acute lymphoblastic leukemia atau ALL.

ALL merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Penyebabnya adalah hilangnya beberapa gen yang kemudian memicu munculnya tumor.

Peneliti memastikannya dengan mengamati sampel tumor dari 559 pasien ALL di California sebelum menjalani pengobatan. Mereka ingin memastikan ada tidaknya gen yang hilang dalam sampel tumor tersebut dan apakah ini berkaitan dengan kebiasaan merokok orang tuanya.

Pada riset-riset sebelumnya, peneliti hanya menemukan keterkaitan antara kebiasaan merokok pada ayah dengan risiko leukemia pada buah hatinya. Namun penelitian terbaru ini menyebut, kebiasaan merokok pada kedua orang tua sama-sama berperan besar.

Baca juga: Rokok Punya Bahan Pemicu Kanker, Masih Tega 'Ngebul' Dekat Anak?

"Kami menemukan bukti bahwa perubahan genetik pada sel-sel leukemia tidak diwariskan dari orang tua tetapi terjadi pada sel-sel imun si anak belakangan, dan kami menduga 'jendela' penting pada paparannya terjadi pada masa kehamilan dan selepas persalinan," jelas ketua tim peneliti Adam de Smith seperti dilaporkan Reuters.

Ini sejalan dengan temuan peneliti di mana banyaknya gen yang hilang terjadi pada anak-anak yang ibunya merokok, baik saat masih mengandung hingga setelah melahirkan.

Untuk tiap lima batang rokok yang dihisap tiap harinya selama hamil, terjadi peningkatan jumlah gen yang hilang sebanyak 22 persen; sedangkan untuk tiap lima batang rokok yang dihisap tiap harinya selama menyusui, kenaikannya bertambah menjadi sebesar 74 persen.

Efek yang sama juga berlaku jika baik ayah maupun ibu merokok sebelum kehamilan, kendati risiko hilangnya gen hanya 7-8 persen.

Lebih lanjut peneliti mengungkap, anak laki-laki dilaporkan lebih peka terhadap efek kebiasaan merokok ibu saat mengandung, termasuk sebelum mengandung. Menurut peneliti, ini bisa jadi karena janin laki-laki tumbuh lebih cepat sehingga mereka lebih rentan mengalami kerusakan genetik akibat kebiasaan merokok orang tuanya.

Baca juga: Begini Alasan Kuat Merokok Tak Boleh dalam Ruangan

Selain kanker, pakar gizi komunitas, Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum, pernah menjelaskan bahwa merokok dapat memicu kelainan bawaan. Ketika ibu hamil terpapar oleh asap rokok maka darahnya terisi oleh karbon monoksida, bukannya oksigen.

"Kebayang enggak anaknya tercekik-cekik di dalam? Akibatnya apa? Anak bisa lahir berat badan rendah, syukur-syukur enggak cacat," kata dr Tan kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Selain gas karbon monoksida, di dalam rokok sendiri terdapat 4.000-an jenis racun dan bahan kimia yang jika menumpuk di dalam tubuh tentunya juga akan membahayakan kesehatan ibu dan janin.(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close