detikhealth

Curhat Ibu Saat Anaknya yang Alami Kondisi Langka Dipandang Aneh

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 19/04/2017 14:08 WIB
Curhat Ibu Saat Anaknya yang Alami Kondisi Langka Dipandang AnehFoto: Instagram/Courtney Westlake
Jakarta, Saat anak berkomentar soal anak lain yang spesial, ada orang tua yang langsung mengalihkan perhatian si kecil atau menyuruhnya diam. Nah, ungkapan isi hati seorang ibu yang memiliki anak dengan kondisi kulit langka ini bisa jadi referensi Anda bagaimana bersikap dari perspektif berbeda.

Ibu itu bernama Courtney Westlake. Anak keduanya yang bernama Brenna (5) lahir dengan kelainan genetik pada kulit yang disebut Harlequin ichthyosis. Kondisi ini membuat kulit Brenna seperti terbakar, mudah infeksi, dan tidak bisa berkeringat. Karena kondisinya yang spesial, tak jarang orang di sekitar termasuk anak-anak memandang aneh Brenna.

Courtney mengatakan tahu ketika seorang anak bertanya apa yang terjadi pada Brenna, seorang ibu berusaha menutup mulut sang anak atau sibuk mengalihkan perhatian sang anak. Namun, yang dirasakan Courtney saat itu adalah seakan ada penghalang di antara keluarganya dengan keluarga yang lain karena anak lain menyadari ada yang tak biasa dengan Brenna.

Untuk itu, Courtney berharap orang tua bisa mencoba tidak bersembunyi ketika sang anak membicarakan Brenna. Sehingga, tidak ada lagi penghalang di antara Brenna dan sang anak. Bagaimana caranya?

"Saya harap Anda bisa berkata 'Ya, lihatlah anak perempuan yang cantik itu. Sepertinya dia juga suka bermain, sama seperti kamu'. Kemudian, jika anak Anda bertanya mengapa kulit anak kami merah, Anda bisa menjawab jujur dengan mengatakan Anda tidak tahu mengapa. Tapi memang pada dasarnya semua orang diciptakan berbeda. Seperti kita yang memiliki warna mata berbeda, ada yang biru dan cokelat," kata Courtney.

Baca juga: Karena Kelainan Genetik, Kulit Wanita Ini Rentan Copot dan Terluka

Bahkan, ia mengatakan akan bahagia jika orang tua lain mau memberanikan anaknya mengajak Brenna berkenalan. Jika memang si orang tua merasa tak enak hati dan minta maaf, Courtney tidak keberatan. Hanya, ia menekankan agar tidak mendiskriminasi kondisi sang anak yang berbeda dan tidak menganggap Brenna adalah anak aneh yang patut dijauhi.

Courtney menekankan, mengajarkan anak-anak soal perbedaan memang penting. Dengan begitu, diharap tak ada lagi diskriminasi di antara anak-anak yang memiliki kondisi spesial. Sehingga, anak-anak bisa berteman tanpa harus memandang kondisi fisik teman-temannya.

"Saat anak bertanya soal kondisi anak lain yang berbeda, Anda tidak perlu melarangnya untuk tidak melihat dan bicara dengan anak itu. Akan jadi hal yang indah jika Anda memberi kesempatan anak untuk mempelajari perbedaan sehingga dia bisa menghormati sesamanya, tak peduli apa warna kulit mereka, bentuk tubuhnya, dan bagaimana ia terlihat," tutur Courtney dalam situsnya CourtneyWestlake.

Beberapa waktu lalu, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi menganjurkan, ketika anak memandangi seseorang yang menurutnya tak biasa, alihkan perhatian anak. Justru, jangan minta anak untuk tidak memandangi orang itu terus.

Sebab, nantinya anak justru penasaran. Ratih mengatakan, mengalihkan perhatian anak bisa dengan menunjukkan hal lain di sekitar anak atau menceritakan sesuatu padanya. Intinya, lakukan sesuatu yang membuat perhatiannya teralihkan.

"Setelah momen itu berlalu, kita kasih pengertian. Kita tanya tadi melihat apa kalau kebetulan waria dan anak bingung ada laki-laki pakai baju perempuan katakan itu waria dan mungkin itu profesinya dia. Bawa ke penjelasan yang paling netral karena pemahaman mereka belum sampai bahwa waria itu begini begini begini," kata Ratih.

Memandangi orang yang menurutnya aneh atau tak biasa terkait dengan bagaimana anak bersikap di depan umum. Nah, respons anak kembali lagi pada pembiasaan dan contoh orang tua. Ketika orang tua terlalu heboh saat melihat sesuatu yang tak biasa, anak juga bisa menirunya.

"Jadi kitanya juga nggak perlu heboh waktu ngelihat apa gitu. Namanya anak kan kadang anak lain makan saja dilihatin. Kalau begitu, alihkan anak, dan anggap sesuatu yang nggak biasa itu adalah sesuatu yang biasa," pungkas Ratih.

Baca juga: Kulit Anak Ruam dan Gatal Setelah Main Squishy, Mungkin Alergi(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close