detikhealth

Penjelasan di Balik 'Kegemaran' Menyayat Diri Saat Depresi

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 21/04/2017 19:04 WIB
Penjelasan di Balik Kegemaran Menyayat Diri Saat Depresi Foto: Thinkstock
Jakarta, Ketika tekanan mental menumpuk menjadi depresi, seseorang bisa terdorong untuk melukai diri sendiri seperti menyayat lengannya atau bahkan berusaha bunuh diri. Mengapa hal ini terjadi menurut ahli ada penjelasannya.

Ahli psikologi Professor Ellen Townsend dari University of Nottingham mengatakan bahwa pada dasarnya orang yang melukai diri sendiri didorong oleh perasaan sakit emosional luar biasa. Mereka mencari cara untuk bisa merasa lebih baik dan melukai diri sendiri jadi salah satu solusi.

Baca juga: Sering Curhat, Bisakah Jadi Petunjuk Keinginan Bunuh Diri?

"Hasil studi kami melihat dengan melukai diri sendiri orang-orang dapat merasa lebih baik. Hanya saja diketahui juga bahwa efek manfaat dari melukai diri sendiri ini akan hilang bila terus dilakukan," kata Prof Ellen seperti dikutip dari ABC Australia, Jumat (21/4/2017).

Menurut Prof Ellen, rasa sakit fisik bisa memberikan efek 'menenangkan' dan efek adiktif yang sama seperti narkoba pada orang dengan tekanan mental. Oleh karena aktivitas ini diadopsi menjadi sebuah sistem pertahanan (coping mechanism).

"Kebanyakan orang yang melukai diri sendiri melakukannya karena merasa sakit secara emosional," ungkap Prof Ellen.

Apa yang membuat aktivitas melukai diri sendiri ini semakin berbahaya adalah karena pelakunya jarang meminta bantuan orang lain. Mereka sadar bahwa apa yang dilakukannya merupakan hal yang tak lazim sehingga takut mendapat cap negatif dari orang sekitar.

Lama-lama kegiatan melukai diri sendiri pun menjadi semakin intensif yang bisa berujung pada bunuh diri.

"Mereka sebetulnya sadar bahwa ini tidak benar dan takut dimarahi atau dilihat sebagai orang yang hanya mencari perhatian," tutup Prof Ellen.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) bunuh diri sendiri adalah penyebab kematian terbesar kedua sedunia pada orang-orang di kelompok umur 15-29 tahun.

Baca juga: Pesan Pakar Kejiwaan Terkait Video Bunuh Diri Live di FB: Jangan Ditonton!(fds/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit