detikhealth

Penjelasan Psikologi di Balik Kegemaran Baca Ramalan Zodiak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 04/05/2017 12:02 WIB
Penjelasan Psikologi di Balik Kegemaran Baca Ramalan Zodiak Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Ramalan zodiak sampai sekarang masih bisa ditemui. Beberapa orang pun ada yang masih tertarik membacanya dengan alasan beragam. Mulai dari hiburan bahkan sebagai pegangan hidup.

Seperti survei yang dilakukan detikHealth baru-baru ini, dari 267 orang, sebanyak 57 persen menjawab membaca ramalam zodiak untuk seru-seruan saja, 33 persen membacanya untuk hiburan, dan 10 persen mengaku membaca ramalan zodiak untuk menjadikannya sebagai referensi hidup.

Menanggapi hasil survei ini, psikolog sosial dari Ikatan Psikolog Sosial Wahyu Cahyono, S.Psi, M.Si mengungkapkan ini menunjukan sebagian besar responden melihat zodiak sebagai seru-seruan dan menghibur, namun ada sekitar 10 persen yang menjadikannya referensi hidup. Wahyu mengatakan, membaca zodiak dianggap seru-seruan terutama jika ramalannya cenderung positif atau sebagaimana yang kita harapkan.

Survei detikHealth soal ramalan zodiakSurvei detikHealth soal ramalan zodiak/ Foto: twitter


"Ditambah lagi biasanya ramalan yang ditulis itu adalah sesuatu yang samar. Misalnya kamu akan bertemu orang menyenangkan minggu ini, jika merasa happy maka ini akan berlanjut," kata Wahyu saat berbincang dengan detikHealth.

"Karena ini samar kapan dan di mana tepatnya bertemu, atau bagaimana ciri-cirinya maka ketika bertemu orang kita cenderung menebak-nebak yang ini bukan ya?" tambahnya.

Baca juga: Perasaan Sedih Atau Bahagia Seperti Ini Bisa Dibilang Tidak Wajar

Lalu, bagaimana dengan responden yang menjadikan ramalan zodiak sebagai referensi hidup? Wahyu mengatakan, kecenderungan kita sebagai manusia adalah menghindari ketidakpastian. Bagi orang yang locus of control atau kendali diri (keyakinan individu terhadap mampu atau tidaknya mengontrol apa yang dilakukannya sendiri) eksternal, dia akan melihat bahwa apa yang terjadi pada dirinya dipengaruhi oleh sesuatu yang di luar diri atau di luar kendalinya.

"Dalam situasi seperti ini, tidak jarang zodiak digunakan sebagai referensi, misalnya ketika akan memulai kencan atau wawancara kerja. Jadi setidaknya jika ada hasil yang tidak diharapkan dia bisa mendapat penjelasannya. Misalnya, 'Tuh kan endingnya gitu... gini deh kalau Aries ketemu Taurus'," kata Wahyu.

Percaya atau tidak pada ramalan zodiak atau bagaimana memanfaatkan ramalan zodiak ini kembali lagi pada masing-masing individu. Nah, jika Anda para pembaca, apa sih yang membuat Anda tertarik membaca ramalan zodiak? Yuk bagikan pendapat Anda di kolom komentar.

Baca juga: Terkadang Bahagia Itu Sesimpel Hal-hal Tak Diduga Ini(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit