detikhealth
Konsultasi Umum

Mengatasi Mata Kering

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 11/05/2017 15:09 WIB
Mengatasi Mata KeringFoto: Thinkstock
Jakarta, Dokter, saya punya masalah soal mata. Beberapa bulan terakhir mata saya seperti kering, bawaannya ingin merem saja. Sudah pernah periksa di rumah sakit swasta di Jakarta Barat. Kata dokter yang periksa bahwa saya harus pakai kacamata plus. Tapi setelah pakai masih saja saya rasakan hal yang sama pada mata saya seperti sebelumnya. Terimakasih Dokter.

Romeo (Laki-laki, 44 tahun)

Jawaban

Kondisi mata kering di dalam dunia kedokteran disebut sebagai dry eye syndrome (DES) atau keratoconjunctivitis sicca (KCS). Beberapa istilah di dunia kedokteran yang merupakan sinonim dari mata kering antara lain: tear dysfunction syndrome, ocular surface disease, aqueous deficiency, keratoconjunctivitis sicca, dsb.

Kondisi mata kering ini diderita oleh kurang dari 60 persen pasien, di mana mereka itu simtomatis.

DES ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan, berupa faktor internal (jarang berkedip, penuaan, pasokan androgen rendah, pemakaian obat-obat sistemik seperti antihistamin, golongan beta bloker, antispasmodik, diuretik, dan beberapa obat psikotropik) maupun faktor eksternal (rendahnya kelembaban relatif, tingginya kecepatan angin, lingkungan kerja).

Mekanisme inti mata kering dipicu oleh hiperosmolaritas air mata dan instabilitas air mata film. Hiperosmolaritas air mata menyebabkan kerusakan epitel permukaan dengan mengaktivasi kaskade kejadian inflamasi di permukaan mata dan pelepasan mediator inflamasi menuju air mata. Kerusakan epitel melibatkan proses kematian sel melalui apoptosis, hilangnya sel-sel goblet, dan gangguan ekspresi musin, memicu terjadinya instabilitas tear film.

Instabilitas ini mengeksaserbasi hiperosmolaritas permukaan mata dan melengkapi lingkaran setan (vicious cycle). Instabilitas tear film dapat diinisiasi, tanpa didahului oleh kejadian hiperosmolaritas air mata, melalui beberapa penyebab, termasuk xerophthalmia, alergi mata, penggunaan preservative topikal, dan pemakaian kontak lens.

Untuk menilai derajat atau tingkat keparahan mata kering, maka dokter akan mengevaluasi frekuensi, tingkat keparahan, ketidaknyamanan, gejala-gejala visual, injeksi konjungtiva, pewarnaan konjungtiva, lokasi/derajat keparahan kornea, tanda-tanda robekan kornea, kelenjar Meibomian, TFBUT atau fluorescein tear break-up time, serta skor Schirmer.

Adapun beberapa diagnosis banding mata kering antara lain:
1. blefaritis dewasa
2. konjungtivitis alergi
3. keratokonjungtivitis atopik dan vernal
4. Bell Palsy
5. komplikasi lensa kontak
6. sindrom Floppy Eyelid
7. keratopati neurotrofik
8. rosasea okuler
9. keratokonjungtivitis limbik superior
10. oftalmopati tiroid
11. keratopati toksik
12. sensitivitas preservatif topikal
13. manifestasi okuler infeksi HIV

Uji diagnostik untuk kondisi mata kering dengan menggunakan uji kualitas air mata, panel kimiawi air mata (Interferometry, osmolaritas, MMP-9, penilaian permukaan okuler, penilaian volumetrik ala Schirmers/ZoneQuick, penilaian Meibum tentang ekspresi kelenjar yang bersifat diagnostik, meibography, uji biomarker.

Tentang penatalaksanaan mata kering, hanya boleh diberikan sesuai rekomendasi dokter atau dokter spesialis mata, berupa peningkatan hidrasi, rekomendasi nutrisi, suplementasi air mata, kompres air hangat selama 10-15 menit 1-2 kali sehari, pemberian obat golongan anti-inflamasi, sekretagog, serum otolog, dsb.

Bila Anda masih meragukan hasil pemeriksaan dokter tersebut, maka boleh meminta saran dengan segera memeriksakan mata ke dokter spesialis mata terdekat.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.
Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit