detikhealth

Studi: Minum Pereda Nyeri Dosis Tinggi Bisa Picu Serangan Jantung

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 12/05/2017 08:05 WIB
Studi: Minum Pereda Nyeri Dosis Tinggi Bisa Picu Serangan JantungFoto: thinkstock
Jakarta, Sebagian obat memang bisa menyembuhkan atau setidaknya meredakan gejala sakit yang dirasakan. Tetapi bila dikonsumsi terus-menerus atau dalam dosis tinggi, maka tubuh yang akan merasakan deritanya.

Nyatanya kaitan ini memang ditemukan pada mereka yang mengonsumsi obat pereda nyeri yang beredar di pasaran seperti ibuprofen, namun dikonsumsi dengan dosis tinggi.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti menganalisis data dari 446.763 partisipan yang mendapatkan resep obat pereda nyeri jenis NSAID (non-steroidal anti-inflammatory drugs) seperti ibuprofen, diclofenac, celecoxib dan naproxen dari dokter.

Di akhir studi dilaporkan terdapat 61.460 partisipan yang pernah mengalami serangan jantung, setidaknya satu kali. "Kami menemukan bahwa obat pereda nyeri yang ada di pasaran bisa memicu peningkatan risiko serangan jantung yang sama," kata ketua tim peneliti Dr Michele Bally dari University of Montreal Hospital Research Center, seperti dilaporkan CNN.

Namun besarnya risiko serangan jantung ditentukan oleh dosis dan lama konsumsinya. Semisal untuk konsumsi selama satu minggu, risiko terbesar terlihat pada partisipan yang meminum rofecoxib, diclofenac, ibuprofen dan celecoxib, yaitu berkisar 50 persen, berapapun dosisnya.

Sedangkan pada dosis yang lebih tinggi, naproxen mengakibatkan peningkatan risiko serangan jantung sebesar 75 persen dalam kurun sebulan dengan dosis di atas 1.200 miligram perhari. Akan tetapi bila dosisnya diturunkan menjadi 750 miligram dan dikonsumsi dalam kurun sepekan, risiko serangan jantungnya bisa mencapai 83 persen.

Tetapi risiko ini masih bisa turun jika obat pereda nyerinya tak lagi diminum. Makin lama dihindari, risikonya pun makin berkurang, dengan penurunan risiko terbesar jika tidak lagi diminum antara 30 hari hingga satu tahun.

Namun peneliti menduga obat ini bukan serta-merta menjadi penyebab utama dari serangan jantung, melainkan ada faktor lain.

Baca juga: Awas, Pemilik Golongan Darah Ini Lebih Rentan Serangan Jantung

Hal senada dikemukakan Stephen Evans dari London School of Hygiene and Tropical Medicine yang mempertanyakan mengapa faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok dan indeks massa tubuh (BMI) tidak diperhitungkan oleh peneliti, padahal mungkin inilah pemicu yang sebenarnya.

Setidaknya studi ini kembali mengingatkan bahwa risiko penyakit jantung pada peminum obat pereda nyeri memang ada. Dalam studi-studi yang ada sebelumya, konsumsi obat pereda nyeri beberapa kali dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke.

Panduan medis di Inggris juga telah menegaskan, pasien sakit jantung harus mengonsumsi NSAIDs secara hati-hati. Bahkan pada pasien dengan gangguan jantung berat, obat ini benar-benar tak boleh disentuh.

Peringatan ini juga berlaku untuk mereka yang membeli obat pereda nyeri secara bebas atau tanpa resep dokter, apalagi jika ini dikonsumsi dalam dosis tinggi atau lebih tinggi dari dosis yang direkomendasikan.

Baca juga: Kebanyakan Minum Teh Susu Bikin Sakit Jantung dan Ginjal?

(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit