detikhealth

Artikel 18+

Meniup Miss V untuk Variasi Seks Oral, Adakah Risikonya?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 12/05/2017 16:03 WIB
Meniup Miss V untuk Variasi Seks Oral, Adakah Risikonya?Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Seks oral bisa jadi variasi dalam bercinta. Pada seks oral yang diberi suami, disebutkan ada variasi berupa meniup-niup vagina sehingga menimbulkan sensasi tersendiri pada istri.

Salah satu pembaca detikHealth, Yasmin mengatakan dirinya pernah mendengar adanya aktivitas itu. Namun, ia belum pernah mempraktikannya. Yasmin mengatakan cukup tertarik melakukan ini sebagai variasi saat melakukan seks oral. Sementara, ibu satu anak bernama Milla mengatakan pernah membaca artikel soal tiup-meniup vagina ketika bercinta.

"Karena penasaran ada yang melakukannya, mungkin suatu saat kalau ingat akan dicoba, ha ha ha. Tapi kalau risikonya besar, takut juga ya," kata Milla. Pembaca detikHealth lainnya, Vina mengaku pernah mendengar aktivitas meniup vagina dalam seks oral. Tapi, dia tidak ingin mencobanya.

"Saya belum pernah mencoba dan nggak pengen. Nggak menarik kayaknya," ujar Vina yang sudah berumah tangga selama 14 tahun ini. Terkait hal ini, dr Noviyanti SpOG dari Mayapada Hospital Tangerang mengatakan peniupan vagina pada kegiatan seks oral mungkin saja dapat menimbulkan terjadinya emboli udara bila ada pembuluh darah vagina yang terluka dan terpotong kemudian terekspos udara.

"Secara umum, sejumlah kecil udara yang masuk tidak menimbulkan gejala tapi pada beberapa kondisi tertentu emboli udara ini bisa menimbulkan masalah. Bila 5ml/kg atau lebih dari 30ml/kg/menit udara yang masuk ke pembuluh darah, bisa menyebabkan cedera yang signifikan seperti shock atau gagal jantung," kata dr Novi saat berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Risiko Nekat Berhubungan Intim di Masa Nifas

dr Novi menjelaskan masuknya gelembung udara dalam ukuran besar berisiko menyebabkan kejang di ventrikel kanan yang meningkatkan tekanan di arteri paru-paru yang berujung pada shock kardiogenik dan henti napas. Jika udara dalam dosis besar memasuki sistem vena dalam waktu yang cepat, maka hal tersebut dapat menyebabkan terperangkapnya udara di atrium dan ventrikel kanan sehingga dapat menimbulkan obstruksi aliran darah keluar dan akhirnya menyebabkan kematian.

Kemudian, udara dalam jumlah yang sedikit pada sirkulasi akan segera terserap namun udara dalam bolus yang lebih besar dapat menyebabkan penyumbatan udara sehingga mengakibatkan kematian tiba-tiba. Hanya saja, menurut dr Novi emboli udara vaskular adalah kejadian langka tapi berpotensi fatal.

"Kalau pembuluh darah di vagina terpotong, nggak bisa kelihatan dari luar, mesti diteropong untuk memastikannya. Kalau pembuluh darah terluka, paling flek aja. Kan kadang ada ya pasangan pas bercinta terlalu 'hot' jadi timbul lecet-lecet di vagina. Cuma memang kejadian emboli karena meniup-niup vagina saat bercinta ketika haid atau nifas, jarang sekali," tutur dr Novi.

Emboli udara adalah gelembung udara yang terperangkap dalam pembuluh darah dan mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah. Emboli udara terjadi setelah gelembung udara masuk ke dalam sistem vaskular, mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kecil. Emboli sendiri berasal dari kata Yunani yakni embolus, yang artinya sumbat.

Baca juga: Jaga Kesehatan Miss V, Perlukah Douching atau Ratus Vagina?(rdn/vit)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit