detikhealth

Wabah Kolera Tewaskan 180 Orang, Yaman Minta Bantuan Internasional

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 16/05/2017 12:04 WIB
Wabah Kolera Tewaskan 180 Orang, Yaman Minta Bantuan InternasionalPasien kolera kesulitan berobat karena banyak rumah sakit hancur akibat perang sipil (Foto: REUTERS/Abduljabbar Zeyad)
Sana'a, Yaman, Wabah kolera yang menyerang Yaman masih merajalela. Laporan terbaru dari Palang Merah Internasional menyebut sudah ada 180 orang yang meninggal dunia.

Data Palang Merah Internasional menyebut kurang lebih 11.000 orang diduga sudah terinfeksi kolerat. Sebagian besar kasus terjadi di ibukota Sana'a, tempat pendukung gerakan Houthi bertahan.

"Apa yang terjadi saat ini berada di luar kemampuan sistem kesehatan kami. Kami membutuhkan bantuan dari dunia internasional untuk mencegah terjadinya bencana yang tak diinginkan," ungkap Menteri Kesehatan Mohammed Salem bin Hafeedh, dikutip dari Reuters.

Baca juga: WHO: Kolera di Somalia Bisa Menginfeksi Hingga 50 Ribu Orang

Tidak hanya anak-anak, kolera juga bisa menginfeksi orang dewasaTidak hanya anak-anak, kolera juga bisa menginfeksi orang dewasa Foto: REUTERS/Abduljabbar Zeyad

Kementerian kesehatan mengatakan sekitar 8.595 kasus kolera sudah terdiagnosis di kota Sana'a. Sementara sisanya sekitar 2.500 kasus berada di provinsi lain.

Barisan pendukung Houthi yang menduduki kota Sana'a pun sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertemuan dilakukan untuk meminta bantuan obat-obatan, tenaga kesehatan serta pelayanan kesehatan untuk menekel wabah kolera.

WHO menyebut salah satu faktor mengapa wabah kolera begitu mematikan di Yaman adalah ketiadaan rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Seperti sudah diketahui, Yaman saat ini sedang mengalami perang saudara yang sudah menelan lebih dari 10.000 korban jiwa.

Akibatnya, jumlah fasilitas kesehatan yang masih bisa beroperasi sangat sedikit. Dua pertiga dari total populasi Yaman tidak memiliki akses ke air bersih dan sanitasi, dua faktor yang meningkatkan penularan sekaligus angka kematian penyakit kolera.

"7,6 juta penduduk Yaman berisiko terinfeksi karena tidak adanya akses air bersih dan sanitasi," tulis WHO dalam laporannya.

Pasien kolera bisa meninggal beberapa jam pasca terinfeksi jika tak mendapat perawatanPasien kolera bisa meninggal beberapa jam pasca terinfeksi jika tak mendapat perawatan Foto: REUTERS/Abduljabbar Zeyad

Kolera merupakan penyakit diare akut yang bisa membunuh dalam waktu beberapa jam jika pasien tidak ditangani dengan baik. Anak-anak berusia 5 tahun ke bawah dengan gizi buruk memiliki risiko paling tinggi terinfeksi penyakit ini.

Salah satu cara penanganan kolera adalah memberikan air minum yang cukup dan antibiotik jika perlu. Masalahnya, tidak semua pasien kolera mengalami gejala seperti diare dan muntah-muntah, yang membuat penanganan sering terlambat.

Baca juga: Air Kotor Mengancam Nyawa Lebih dari 300 Juta Orang di Dunia(mrs/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit