detikhealth

Konsultasi Laktasi
dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC

Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat

Berat Badan Anak Susah Naik, Perlu Tambahan Vitamin?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 17/05/2017 15:47 WIB
Berat Badan Anak Susah Naik, Perlu Tambahan Vitamin?Foto: Thinkstock
Jakarta, Pagi Dok. Saya memberikan ASI (Air Susu Ibu) pada anak saya sejak lahir dan sudah dua bulan lamanya tapi perkembangan anak saya hanya sedikit Dok.

Anak saya lahir dengan berat badan 2,3 kilogram dan sekarang hanya 2,5 kilogram. Apa penyebab perkembangan berat anak saya yang lambat Dok? Apakah bisa berkaitan dengan konsumsi makanan terhadap ASI saya Dok? Atau anak saya perlu saya berikan tambahan vitamin? Terimakasih Dok.

Chaerunnisa (Perempuan, 25 tahun)

Jawaban

Selamat pagi Ibu Chaerunnisa, terimakasih atas pertanyaannya. Sebelumnya, saya ingin bertanya kepada Ibu, jenis kelamin anak ibu laki-laki atau perempuan? Kemudian pada usia kehamilan berapa minggu bayi ibu lahir?

ASI tetap yang terbaik bagi semua bayi, termasuk bayi dengan badan berat lahir rendah (BBLR). Bayi BBLR yang diberikan ASI akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik daripada bayi BBLR yang diberikan susu formula. Bayi BBLR yang mendapatkan ASI akan terhindar dari penyakit necrotizing enterocolitis (NEC), yaitu penyakit infeksi pada saluran pencernaan bayi BBLR atau prematur yang disebabkan pemberian susu formula. Selain itu ASI juga dapat melindungi bayi BBLR dari penyakit infeksi saluran pernapasan, asma, alergi, gangguan kardiovaskular, dan lain-lain.

Akan tetapi, bayi BBLR mempunyai karakteristik khusus dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi BBLR seringkali mengalami kesulitan dalam menetek seperti menetek sebentar-sebentar, cepat lelah selama menetek, dan mempunyai pengaturan suhu tubuh yang belum sempurna, oleh sebab itu bayi BBLR lebih rentan mengalami hipotermia atau hipertermia. Karakteristik tersebut membuat bayi BBLR sering mengalami kehilangan berat badan dalam jumlah yang lebih banyak dan laju pertumbuhannya tidak sepesat bayi yang bukan BBLR.

Oleh karena itu, dalam merawat dan menyusui bayi BBLR dibutuhkan metode khusus, yaitu perawatan metode kanguru (PMK). Bayi diletakkan di dada ibu dengan dada telanjang, dan bersentuhan kulit ke kulit (skin to skin) dengan dada dan perut ibu. PMK bertujuan agar suhu tubuh bayi lebih stabil, menghindari kehilangan berat badan yang berlebihan, dan meningkatkan berat badan bayi dengan lebih efektif karena bayi mempunyai akses yang lebih mudah untuk menetek langsung. PMK dilakukan selama 24 jam setiap hari sejak bayi lahir sampai berat badan bayi 2500 gram.

Jika bayi sudah dilakukan PMK tetapi berat badan bayi masih belum bisa naik dengan efektif, perlu dievaluasi kesulitan-kesulitan dalam menetek. Perlu dilakukan pemeriksaan di poli laktasi apakah bayi mempunyai kelainan anatomis pada mulutnya sehingga bayi tidak dapat menetek dengan baik, dan apabila ditemukan kelainan anatomis tersebut sebaiknya segera dilakukan penatalaksanaannya.

Seringkali ibu yang menyusui bayi BBLR dengan kenaikan berat badan lambat atau gagal tumbuh menyalahkan dirinya sendiri, atau anggota keluarga lain yang menganggap ASI ibu tidak bagus kualitasnya. Anggapan-anggapan yang kurang tepat ini perlu diluruskan agar ibu tetap dapat menyusui bayi dengan percaya diri. Sebaiknya ibu segera membawa bayi dan anggota keluarga lainnya ke klinik laktasi untuk dievaluasi lebih lanjut mengenai status gizi bayi, anatomi mulut bayi, dan proses menyusui agar masalah tidak semakin berlarut-larut.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat
www.rspermatadepok.com(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close