detikhealth

Ayah Ibu Wajib Tahu, Bermain Memang Tugas Utama Seorang Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 17/05/2017 16:34 WIB
Ayah Ibu Wajib Tahu, Bermain Memang Tugas Utama Seorang AnakIlustrasi anak bermain di RPTRA Petamburan (Foto: Ari Saputra)
Jakarta, Bermain bisa disebut sebagai keseharian anak-anak karena memang itu jadi tugas utamanya. Nah, kegiatan bermain pada anak pun tak melulu harus dengan adanya mainan tertentu.

"Main nggak mesti orang tuanya duduk terus main sama anak dengan medium mainan. Digendong, dikelitiki, diayun, itu sudah masuk bermain, nggak harus terstruktur," kata dr Luh Karunia Wahyuni SpKFR(K) dari RS Bunda Jakarta dalam Parenting Class 'Merawat dan Bermain Bersama Bayi dan Batita' yang diselenggarakan Klinik dr Tiwi dan Merries di Casa Grande, Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Hadir dalam kesempatan sama, dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA, MARS atau dr Tiwi mengatakan semua kegiatan anak setting-nya bermain. Layaknya orang dewasa yang bekerja, maka tugas utama anak adalah bermain. Untuk bermain pun, orang tua tak melulu harus menggunakan mainan.

"Kalau main dengan media harus cocok dengan mood anak. Kalau orang tua juga nggak kreatif, nggak sesuai kemampuan anak, mainnya nggak sepenuh hati, anak juga gampang bosan," kata dr Tiwi.

Baca juga: Ingat, Sudah Bisa Jalan Bukan Berarti Tugas Perkembangan Anak Selesai

dr Luh menambahkan dalam memilih mainan untuk anak, sesuaikan dengan usia dan keterampilan fisiknya. Bagi anak usia di bawah 3 tahun, hindari permainan yang memiliki bagian kecil yang bisa dilepaskan karena rentan tertelan. Kemudian, pilih mainan yang tidak mudah pecah atau retak.

Lalu, hindari mainan berbentuk tajam, mengandung zat kimia, menimbulkan alergi, berlubang dan bercelah sehingga dapat menjepit jari, kemudian memberi reaksi kimia bila kontak dengan tangan. Baiknya, kata dr Luh, pilih mainan yang tahan lama, kokoh, dan kuat.

"Beli mainan jangan lupa baca bagian mainan ini berlaku untuk anak usia berapa. Sebaiknya, mainan tidak dimasukkan ke 1 boks kemudian ditumpahkan sama anak. Usahakan buat perpustakaan mainan, tiap hari mainan yang dikasih ke anak beda," kata dr Luh.

Dengan begitu, anak merasa excited mendapat mainan yang berbeda tiap hari dan bisa fokus pada satu jenis mainan. Terlebih, bagi anak usia 2-3 tahun, mereka sedang senang-senangnya mendorong-dorong boks kemudian menumpahkannya begitu saja.

Baca juga: Ingat, IQ Bukan Satu-satunya Penentu Kesuksesan Anak

(rdn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close