detikhealth

Artikel 18+

Survei Ini Sebut Indonesia Negara Teraktif Secara Seksual

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 17/05/2017 17:35 WIB
Survei Ini Sebut Indonesia Negara Teraktif Secara SeksualFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Salah satu tantangan untuk menyebarkan pendidikan kesehatan reproduksi di Indonesia adalah masih adanya pandangan di masyarakat yang menganggap topik seks tabu dibicarakan. Namun demikian survei internasional melihat bahwa Indonesia sebetulnya termasuk negara yang aktif secara seksual.

Dalam Durex Global Sex Survey 2016 diketahui bahwa sebanyak 86 persen masyarakat Indonesia melakukan seks setidaknya seminggu sekali. Hal ini membuat Indonesia menempati urutan pertama negara yang aktif secara seksual seperti dikatakan Presiden Direktur Reckitt Benckiser (RB) Steven Debrabandere.

Baca juga: Ingat, Pendidikan Kesehatan Reproduksi Tak Melulu Soal Hal-hal Berbau Seksual

"Data ini kami ambil dari Global Sex Survey mewawancarai hampir 30 ribu orang secara global yang lebih dari 1.000 di antaranya dari Indonesia. Responden terbagi setengah pria setengah wanita dari beragam kelompok umur. Kami memastikan sampel itu mewakili seluruh penduduk Indonesia," kata Steven ketika ditemui di Empirica, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017).

"Jika kita mengambil data dari survei seks yang kami lakukan, 86 persen mengaku melakukan seks seminggu sekali. Dengan angka itu, orang-orang Indonesia menempati urutan pertama (aktif melakukan seks -red) di dunia," lanjut Steven.

Mengomentari hasil survei seksolog dari RS Siloam Lippo Village, dr Heru H. Oentoeng, SpAnd, mengatakan bisa saja itu benar adanya. Menurut dr Heru pasien yang ia tangani sendiri biasa mengaku melakukan seks dua hingga tiga kali dalam seminggu.

"Kita tahu orang Indonesia itu sangat antusias untuk enjoy hubungan seks, dalam arti berumah tangga. Apalagi pada pasangan muda gairah itu kan masih tinggi jadi bisa saja dia rajin. Kalau pasien saya dua tiga kali seminggu itu sesuatu yang secara statistik mayoritasnya di situ," ungkap dr Heru.

Hanya saja yang perlu digarisbawahi adalah sering melakukan hubungan seks belum tentu kesejahteraan seksualnya juga tinggi. Hal ini menurut dr Heru karena budaya Indonesia yang patriarki sehingga mungkin wanita berhubungan seks hanya karena ingin menyenangkan suaminya.

"Jadi cuma sekadar berhubungan seks tidak dalam suatu keharmonisan rumah tangga. Kita di timur ini kan budayanya paternalistik jadi menyenangkan hati suami aja. Suami minta ayo, minta ayo, tanpa memikirkan kenikmatan si istri," pungkas dr Heru.

Baca juga: Studi Ungkap Frekuensi Bercinta Pasangan Modern Makin Berkurang(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close