detikhealth

Hanya karena Menyeka Narkoba dari Bajunya, Polisi Ini Ambruk

Nurvita Indarini - detikHealth
Kamis, 18/05/2017 08:34 WIB
Hanya karena Menyeka Narkoba dari Bajunya, Polisi Ini AmbrukFoto: East Liverpool Police Dept/CNN
Liverpool, Seorang polisi mendapati ada bubuk narkoba jenis fentanyl yang melekat di seragamnya. Dia pun menyeka bubuk tersebut. Namun tak lama dia ambruk. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Peristiwa bermula saat tim kepolisian Liverpool Timur melakukan razia di jalan raya. Mereka menghentikan beberapa kendaraan yang melintas dan kemudian mendapati dua orang yang diyakini terlibat dalam transaksi obat terlarang.

Nah, saat akan diamankan, kedua pria itu mencoba membuang barang bukti, narkoba berjenis fentanyl. Alhasil bubuk putih bertebaran dan menempel di kursi mobil, lantai mobil, di sepatu pria tersebut, juga di pakaiannya.

Setelah mengamankan kedua pria itu, petugas pun kembali ke markasnya. Nah, saat beristirahat, polisi bernama Chris Green diberi tahu temannya bahwa di seragamnya terdapat bubuk putih. Chris pun langsung menyeka bubuk tersebut dengan tangannya.

Baca juga: Wanita Ini Tak Lagi Pakai Narkoba Pasca Video Overdosis-nya Tersebar

Namun beberapa menit kemudian, Chris merasa tidak enak badan. "Saya mulai berbicara dengan aneh. Saya perlahan-lahan merasakan tubuh saya seperti mati, saya bisa mendengar orang-orang berbicara, tapi saya tidak dapat merespons. Saya sangat terkejut," ujar Chris kepada Morning Journal of Lisbon, Ohio, dikutip dari CNN.

ilustrasi fentanylilustrasi fentanyl Foto: thinkstock

Chris kemudian ambruk dan segera dibawa ke rumah sakit. Diyakini, dia mengalami overdosis fentanyl. Chris pun dilarikan ke rumah sakit. Oleh dokter, dia diberi obat penangkal opioid atau obat yang bersifat opiat antagonis. Keesokan harinya, Chris merasa sudah lebih baik.

Fentanyl disebut 50-100 kali lebih kuat ketimbang morfin dan 30-50 kali lebih kuat daripada heroin. Karena itu fentanyl sebanyak seperempat miligram saja bisa jadi berbahaya.

CNN melaporkan menurut para ahli, efek fentanyl dirasakan jika diserap kulit atau tanpa sengaja dihirup. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati rasa nyeri tidak tertahankan akibat terapi kanker ataupun pasca-operasi.

Seperti opiat lainnya, fentanyl juga sering disalahgunakan. Cara kerja fentanyl yang bisa membuat mengontrol rasa sakit dan emosi membuat kadar dopamin di daerah penghargaan di otak meningkat. Alhasil efek bahagia dan perasaan santai bisa didapat oleh mereka yang menyalahgunakan fentanyl.

Seringkali dalam penyalahgunaannya, fentanyl dicampur dengan heroin atau kokain. Nah, hal ini bisa meningkatkan potensi kematian akibat overdosis.

Baca juga: Overdosis Koyo, Jantung Nenek Berhenti Berdetak Saat Mandi Air Panas

(vit/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit