detikhealth

Virus Zika Diteliti untuk Jadi Pembasmi Kanker Otak

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 19/05/2017 12:30 WIB
Virus Zika Diteliti untuk Jadi Pembasmi Kanker OtakFoto: BBC World
Jakarta, Ketika virus Zika mewabah tahun lalu, dunia dibuat kaget karena dampaknya yang bisa membunuh sel otak bayi dalam rahim membuat kecacatan kepala kecil (mikrosefalus). Kini para peneliti tengah coba mengembangkan sifat dari virus tersebut untuk dipakai melawan kanker otak.

Studi dipimpin oleh Harry Bulstrode dari Cambridge University dan akan memfokuskan virus zika untuk melawan kanker otak bernama glioblastoma. Kanker tersebut diketahui termasuk jenis kanker otak yang paling umum dengan kemungkinan bertahan hidup pasiennya hanya lima persen dalam rentang waktu lima tahun.

Baca juga: Lawan Flu, Peneliti Kembangkan Obat dari Lendir Kodok India

"Infeksi virus Zika pada bayi dan anak-anak adalah masalah kesehatan global. Fokusnya selama ini adalah untuk mengetahui lebih banyak tentang virus serta menemukan cara untuk mengobatinya," kata Harry seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/5/2017).

"Kami melakukan pendekatan lain dan ingin melihat apakah virus bisa dipakai untuk melawan salah satu jenis kanker yang paling sulit untuk diobati," lanjut Harry.

Pada anak-anak virus Zika menyebabkan perkembangan otak yang tak sempurna dengan menyerang sel punca yang baru akan berkembang. Sel yang sudah matang sama sekali tak tersentuh sehingga itulah mengapa ketika menyerang orang dewasa virus ini hanya menyebabkan gejala ringan seperti flu saja.

Nah glioblastoma kebetulan berkembang dengan mekanisme sel yang mirip pada otak janin. Oleh karena itu secara teori seharusnya Zika dapat menghantam sel kanker tanpa merusak sel otak lain yang sehat.

Untuk mengujinya Harry akan melakukan eksperimen pada tikus laboratorium.

"Kami berharap virus Zika dapat menghambat pertumbuhan tumor otak di laboratorium. Jika kita bisa memahami kemampuan virus Zika ini untuk menembus barier darah-otak dan menargetkan sel punca secara selektif, maka kita bisa memegang kunci untuk terapi baru di masa depan," pungkas Harry.

Baca juga: Cacat Lahir 20 Kali Lebih Tinggi pada Ibu Hamil yang Kena Zika

(fds/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit