detikhealth

Presiden Duterte Terapkan Aturan Tegas Kawasan Bebas Rokok di Filipina

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 19/05/2017 13:35 WIB
Presiden Duterte Terapkan Aturan Tegas Kawasan Bebas Rokok di FilipinaRodrigo Duterte (Foto ilustrasi: REUTERS/Lean Daval Jr)
Jakarta, Sama seperti Indonesia, Filipina juga negara yang mendeklarasikan sedang perang terhadap penyalahgunaan Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA). Hanya saja pendekatan yang dilakukan oleh presidennya, Rodrigo Duterte, lebih keras dengan menghabisi langsung tokoh-tokoh yang diketahui terlibat.

Atas kebijakannya tersebut Duterte mendapat kritikan keras dunia internasional. Namun Duterte tak berhenti dan kini mulai menyebarkan perhatiannya untuk menghadapi rokok.

Baca juga: Peneliti Pastikan Rokok Berkontribusi pada Kanker Anak

Dilaporkan oleh Reuters dan dikutip pada Jumat (19/5/2017), Duterte baru-baru ini telah menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan aturan kawasan tanpa rokok nasional. Hal ini membuat Filipina menjadi salah satu negara di Asia Tenggara dengan peraturan rokok yang paling ketat.

Orang-orang tak boleh lagi merokok di dalam atau di luar ruangan. Merokok hanya diizinkan di ruangan khusus yang telah disediakan. Pelanggarnya bisa mendapat hukuman maksimal penjara empat bulan dan denda sekitar Rp 1,3 juta.

Peraturan juga mencakup larangan perusahaan rokok untuk menayangkan iklan, membuat promosi, atau memberikan beasiswa. Pelanggar dapat didenda sekitar Rp 285 juta, penjara tiga tahun, serta kemungkinan pencabutan izin usaha.

Selain itu pemerintah juga berencana akan segera membentuk satgas khusus rokok yang dipimpin oleh kepolisian untuk ditempatkan di kota-kota.

Duterte sendiri sebetulnya diketahui sebagai seorang perokok berat. Hanya saja ia sudah berhenti sejak didiagnosa menderita penyakit Buerger's yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Bagaimana menurut Anda? Apa Indonesia juga perlu seperti ini?

Baca juga: Keren! Satu RT Berhenti Merokok di Desa Bukit Gajah Riau(fds/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit