detikhealth
Konsultasi Tulang
Dr. Andri Primadhi, SpOT

Staf Divisi Foot and Ankle
Departemen Orthopaedi dan Traumatologi
FK Universitas Padjadjaran / RS Hasan Sadikin
Jl. Pasteur 38, Bandung 40161

Apakah Tulang yang Sudah Keropos Bisa Tumbuh Lagi?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 29/05/2017 13:45 WIB
Apakah Tulang yang Sudah Keropos Bisa Tumbuh Lagi?Foto: thinkstock
Jakarta, Belum lama ini tunangan saya (berusia 36 tahun, tinggi 172 cm dan berat 53 kg) didiagnosa terkena osteoporosis. Memang beliau selama ini kurang rutin mengonsumsi susu dan makanan kaya kalsium lainnya, baru dalam tiga bulan terakhir ini rutin mengonsumsi susu.

Beliau rutin jalan kaki di pagi hari dari stasiun kereta ke tempat kerjanya. Jadi, ia masih rutin mendapat paparan sinar matahari pagi. Jika ada waktu, ia kadang menambah kegiatan fisiknya dengan olahraga planking.

Mohon saran dan rekomendasi mengenai makanan atau suplemen apa yang dapat dikonsumsi untuk menambah kepadatan tulang. Apakah tulang yang sudah keropos itu bisa tumbuh lagi?

Nakita (Perempuan, 32 tahun)

Jawaban

Halo Nakita,

Sayang sekali Anda tidak menyebutkan apa keluhan tunangan Anda yang membawanya berobat sehingga didiagnosis sebagai osteoporosis. Di atas usia 30 memang kepadatan tulang mulai berkurang, namun tidak semua orang akan kehilangan kepadatan tulang sampai pada keadaan osteoporosis.

Osteoporosis paling banyak terjadi di usia lanjut, dan pada wanita, karena secara umum tulang wanita lebih tipis dan pengaruh hormonal lebih besar setelah usia menopause. Kurangnya konsumsi kalsium dan kurangnya paparan cahaya matahari dapat berujung pada osteoporosis. Juga kurangnya aktivitas dapat berkontribusi pada osteoporosis karena kepadatan tulang akan dirangsang pula oleh pembebanan pada tulang tersebut.

Saran saya, tingkatkan konsumsi kalsium dan vitamin D, juga paparan terhadap sinar matahari pagi serta aktivitas fisik. Kepadatan tulang akan meningkat lagi, kecuali apabila memang ada masalah lain antara lain genetik, hormonal, dan gangguan penyerapan kalsium, yang untuk penegakan diagnosisnya membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Contoh makanan sumber kalsium adalah susu dan produk turunannya seperti keju dan yogurt, juga brokoli, ikan, sayur kale, sedangkan vitamin D dapat diperoleh dari ikan, telur, hati, jamur, minyak ikan dan banyak lagi. Apabila kalsium dan vitamin D tidak cukup didapatkan dari makanan sehari-hari, dokter akan meresepkan suplemen khusus bila diperlukan.

Dr. Andri Primadhi, SpOT
Staf Divisi Foot and Ankle
Departemen Orthopaedi dan Traumatologi
FK Universitas Padjadjaran / RS Hasan Sadikin
Jl. Pasteur 38, Bandung 40161(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit