detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Istri yang Ingin Punya Waktu Bersama Meski Suami Kerap Pulang Pagi

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 30/05/2017 17:18 WIB
Istri yang Ingin Punya Waktu Bersama Meski Suami Kerap Pulang PagiFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Halo Mbak Wulan, saya sudah menikah, tepatnya 28 Januari lalu. Saya dan suami sama-sama masih muda. Usia suami saat ini 26 tahun. Sehari-hari suami saya menghabiskan waktunya di kantor, pergi pagi pulang kadang juga hampir pagi, sekitar jam 2 atau jam 3 pagi.

Kalau saya, bekerja juga di sebuah rumah sakit swasta yang kedapatan shift dari jam 14.00 sampai 21.00. Awalnya kami kira hal ini bisa kami siasati, tapi nyatanya lama-lama kami kesulitan untuk membagi waktu bersama, termasuk berhubungan badan.

Suami sih tetap meyakinkan saya untuk selalu bersabar. Dengan harapan, kami tidak akan pernah menyesali dengan keputusan yang kami ambil yakni menikah muda. Sekiranya, kami mohon nasihat pada Mbak Wulan untuk permasalahan kami yang belum banyak pengalaman. Terimakasih Mbak.

R (Perempuan, 20 tahun)

Jawaban

Dear Mbak R,

3-5 tahun pertama pernikahan adalah masa penyesuaian bagi pasangan suami istri. Makanya biasanya memang banyak permasalahan yang muncul di awal, bahkan untuk hal yang sederhana. Misalnya, suami adalah orang yang meskipun suka meletakkan barang sembarangan, ia masih dapat menemukan barang yang ia cari. Sementara, istri adalah orang yang sangat tertata dan rapih.

Ketika pacaran dan belum serumah, masalah ini terlihat tidak terlalu besar, namun jika dikombinasikan dengan masalah-masalah lainnya dalam penyesuaian, bisa jadi menjadi pemicu masalah-masalah lainnya. Atau ada juga yang merasa pasangannya kok berubah setelah menikah. Dulu pada saat pacaran mesra, sekarang setelah menikah kok terkesan cuek, lalu merasa tidak diperhatikan, dsb.

Karena tahun-tahun awal (3-5 tahun) adalah waktunya membangun fondasi perkawinan. Maka perlu disadari memang pada masa-masa ini akan sangat mungkin terjadi pertengkaran besar. Jadi, kalau banyak permasalahan yang seolah tidak kunjung selesai terjadi pada rentang waktu tersebut, bukan tidak mungkin itu adalah bagian untuk membuat fondasi pernikahan semakin kokoh, dan menjadikan pasangan pun tumbuh dan berkembang. Seperti masalah yang Anda hadapi sekarang.

Memang tidak mudah menemukan waktu untuk dua orang yang sama-sama memiliki kesibukan, barangkali yang perlu dikomunikasikan adalah harapan masing-masing yang dipersepsikan sebagai 'waktu bersama'. Setiap pasangan bisa punya definisi yang berbeda-beda untuk waktu bersama. Misalnya, suami menganggap waktu bersama itu bertemu setiap pagi atau menghabiskan waktu di akhir pekan adalah waktu bersama. Sementara, bagi Anda bisa saja waktu bersama adalah Anda bisa bertemu setiap malam saat Anda pulang kantor dan menghabiskan malam bersama.

Yang perlu diingat masa-masa awal adalah masa penyesuaian. Termasuk di dalamnya adalah penyesuaian harapan dalam pernikahan. Tidak jarang konflik di awal bermula karena adanya perbedaan harapan ini. Jadi, mumpung usia pernikahan Anda masih muda, masih boleh lho untuk membicarakan harapan masing-masing di dalam pernikahan ini.

Keterampilan yang dibutuhkan untuk menikah itu banyak sekali. Keterampilan berkomunikasi, mengelola konflik, mengelola waktu, mengelola keuangan, dsb. Ini adalah keterampilan-keterampilan yang terkadang belajarnya sepanjang pernikahan, karena perubahan amat sangat mungkin terjadi. Kalau perkawinan terlihat baik-baik saja, tanpa permasalahan, belum tentu merupakan hubungan yang sehat. Bisa saja karena mengalami ketidakpuasan tetapi belum bisa mengomunikasikan pikiran dan perasaannya secara verbal. Karenanya, bisa saja mereka terlihat baik-baik dan terkesan bahagia.

Menikah usia muda tidak selalu membuat seseorang jadi tidak bisa memiliki pernikahan yang bahagia, selama kedua belah pihak sama-sama mau belajar keterampilan-keterampilan tersebut. Selamat belajar ya, Mbak R.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close