detikhealth
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Hubungan Antar Sahabat yang Runyam

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 31/05/2017 15:49 WIB
Hubungan Antar Sahabat yang RunyamFoto: Thinkstock
Jakarta, Sahabat perempuan saya, lajang, sering merasa kesal karena belum juga dilamar kekasihnya. Padahal dia sudah sangat ingin menikah, apalagi karena ternyata libidonya tinggi.

Akhirnya kami terlibat dalam hubungan intim antar sahabat. Dia sering merasa menyesal, tapi di lain hari masih mengulangi. Saya juga merasa tidak berdaya melawan birahi dan merasa tidak enak bila ingin menasihati dan mencegahnya.

Saya mulai menyukainya, tapi bagaimana bila nanti di mata pacarnya saya dianggap merusak hubungan orang?

S (Laki-laki, 25 tahun)

Jawaban

Dear Bapak S,

Perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki kebutuhan biologis dan mereka memiliki hak yang sama untuk meminta ataupun menolak untuk berhubungan seksual. Jadi, sesuatu yang wajar saja jika ada perempuan yang menawarkan atau meminta untuk berhubungan seksual. Yang menjadi tidak wajar adalah ketika permintaan tersebut terjadi atas dasar pemaksaan atau adanya ancaman.

Penyesalan untuk berhubungan badan dengan orang di luar pasangan memang kerapkali menimbulkan rasa penyesalan. Namun, jika ini terjadi secara berulang, kemungkinan besar memang hubungan sahabat Anda dengan pasangannya juga sudah tidak sehat, meskipun tanpa keberadaan Anda. Keberadaan Anda hanya membuat sahabat Anda menunda atau menghindari permasalahan yang dihadapi dengan pasangannya.

Setiap pilihan akan memiliki konsekuensi. Salah satu konsekuensi yang sudah Anda rasakan saat ini adalah adanya ikatan emosional dengan sahabat Anda. Tidak jarang memang hubungan seksual membuat keterikatan menjadi semakin besar. Pertanyaannya, apakah sahabat Anda juga merasakan hal yang sama? Bagaimana jika ia tidak merasakan hal yang sama? Anda tidak perlu takut dianggap merusak hubungan orang, karena kemungkinan besar memang Anda yang akan dipersalahkan jika hubungan sahabat Anda 'rusak', meskipun hubungan memang kemungkinan sudah bermasalah sebelumnya. Pada beberapa kasus, kecemburuan bisa membahayakan nyawa, entah terhadap pihak ketiga ataupun pasangannya. Sebaiknya ini juga menjadi pertimbangan Anda.

Jika Anda memang benar-benar menyayangi sahabat Anda, sebaiknya dorong ia untuk mengevaluasi kembali hubungannya dengan pasangan. Hindari untuk berhubungan seks dengan sahabat Anda sampai dengan hubungan dengan pasangannya memang sudah berakhir.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit