detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Cemas dengan Psikologis Anak karena Curiga Mertua Suka Sesama Jenis

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 05/06/2017 14:15 WIB
Cemas dengan Psikologis Anak karena Curiga Mertua Suka Sesama JenisFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Mbak, saya ingin menanyakan mengenai psikologi anak saya laki-laki usia tiga tahun, apabila dekat dengan kakeknya yang ternyata seorang LGBT?

Untuk saat ini saya dan suami masih tinggal serumah dengan orang tua saya, ternyata saya baru tahu jika ayah saya seorang LGBT. Saya pernah memergoki ayah saya dengan sesama jenisnya di rumah dan saya pun pernah melihat history tontonan youtube yang ternyata menonton video sesama jenis.

Saya mengetahuinya secara tidak sengaja ketika anak saya sedang memainkan HP ayah saya. Kira-kira apa yang harus saya lakukan Mbak, untuk menyelamatkan anak saya dari perilaku ayah saya yang seperti itu? Terimakasih.

D (Perempuan, 27 tahun)

Jawaban

Dear Mbak D,

Saya bisa memahami jika Anda memiliki kekhawatiran akan anak Anda. Pada dasarnya, pada anak usia 3 tahun mereka masih belum memiliki pemahaman mengenai LGBT. Orientasi seksual anak baru berkembang dan terbentuk saat anak memasuki tahapan remaja. Ketika anak melihat kakeknya bersama teman pria-nya, kemungkinan yang ia persepsikan benar-benar kondisi apa adanya bahwa kakek bersama temannya, tidak selalu berkaitan dengan hal yang berhubungan dengan seks. Kedekatan dengan sesama jenis tidak sama dengan menyukai sesama jenis.

Di sisi lain, biasanya pada usia 3 tahun anak-anak juga sering mempertanyakan banyak hal tentang apa yang mereka lihat. Ini adalah kesempatan untuk Anda membuka diskusi dengan anak dan memasukkan nilai-nilai yang Anda miliki sesuai usia mereka, tanpa menghakimi orang yang menampilkan perilaku berbeda.

Identitas diri anak terbentuk sesuai usia mereka. Cara yang paling tepat agar anak bisa belajar mengenali identitasnya adalah dengan mengajarkan anak-anak untuk bisa mengesklorasi dirinya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari si anak. Jadi, hal yang perlu disiapkan oleh Anda dan pasangan adalah menyediakan waktu untuk berdiskusi dan menjawab pertanyaan si anak. Anak juga melihat identitas dari bagaimana orangtuanya berinteraksi dan berelasi dalam menjadi panduan bagaimana ia menjalani perannya.

Tidak ada rumusan yang pasti apa yang bisa membuat anak juga bisa memiliki orientasi seksual yang berbeda. Karena saat ini Anda masih tinggal bersama orangtua, ada baiknya jika Anda membicarakan kekhawatiran Anda kepada ayah. Sampaikan bahwa Anda menghormati pilihannya sebagai orang dewasa, dan sampaikan bagaimana kekhawatiran Anda terhadap anak Anda. Diskusikan juga apa yang bisa dilakukan disepakati bersama. Misalnya, bagaimana membatasi perilaku yang ditampilkan saat membawa teman pria ke rumah, menghapus browser history, dsb.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit