detikhealth
Artikel 18+

Suntik Hormon untuk Terapi, Pria Ini Tak Sengaja Panjangkan Mr P

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 15/06/2017 19:32 WIB
Suntik Hormon untuk Terapi, Pria Ini Tak Sengaja Panjangkan Mr PHipogonadisme membuat produksi testosteron berkurang (Foto: thinkstock)
Jakarta, Seorang pria datang ke dokter dengan keluhan tidak punya rambut kemaluan. Ia pun diberi terapi suntikan hormon seks, tapi hasilnya sedikit di luar dugaan.

Pria berusia 34 tahun ini mengalami hipogonadisme yang membuat ciri-ciri seksual sekundernya tidak muncul. Ia kekurangan hormon testosteron, yakni hormon seks yang dominan pada pria.

Selain tidak punya rambut kemaluan dan rambut-rambut halus lainnya, pria ini juga memiliki panjang penis yang hanya 5 cm. Volume buah zakarnya cuma 10 ml. Menurut dokter yang menangani, ciri-ciri seksualnya setara dengan anak laki-laki usia 12 tahun.

Pria ini dilaporkan juga memiliki riwayat sulit ejakulasi dan tidak bisa ereksi di pagi hari.

Baca juga: Awas! Kekurangan Hormon Seks Bikin Pria Lebih Rentan Mati Muda

Dokter pun memberikan terapi hormon, dalam bentuk suntikan testosteron. Dikutip dari BMJ Case Reports, terapi terapi diberikan selama 9 bulan.

Hasilnya, pasien mengalami peningkatan ukuran Mr P jadi dua kali lipat. Demikian juga dengan ukuran buah zakarnya, meningkat jadi 20 ml. Sejak itu, terapi hormon yang ia jalani dihentikan.

Dikutip dari Mayo Clinic, hipogonadisme adalah kondisi yang membuat seorang pria tidak memproduksi testosteron yang cukup. Kondisi ini bisa didapat sejak lahir, bisa juga muncul saat dewasa karena kecelakaan maupun infeksi. Beberapa tipe hipogonadisme bisa diterapi dengan sulih hormon.

Baca juga: Daftar Pertanyaan yang Harus Dijawab Kaum Pria Sebelum Cek Hormon Seks(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close