detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan

Menyikapi Reaksi Orang karena Menikah Muda dan Beda Usia

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 16/06/2017 16:25 WIB
Menyikapi Reaksi Orang karena Menikah Muda dan Beda UsiaFoto: Thinkstock
Jakarta, Mbak Wulan, saya nikah muda, saya berusia 22 tahun sedangkan istri 26 tahun. Saya rasa Mbak Wulan setuju kalau umur bukanlah masalah. Tapi mengapa ya, orang-orang masih saja terkejut dengan pernikahan saya. Padahal di negara kita sendiri itu sudah menjadi hal yang lumrah, bahkan artis-artis pun begitu. Bagaimana ya Mbak menghadapi itu semua? Biar pernikahan saya terasa tenang. Terimakasih.

B (Laki-laki, 22 tahun)

Jawaban

Dear Mas B,

Pertanyaan saya adalah, seberapa Anda yakin bahwa menikah dengan perempuan yang lebih tua bukanlah sebuah masalah?

Saya setuju dengan Anda bahwa umur bukanlah masalah. Namun, bukan berarti tidak ada masalah yang dapat muncul dengan adanya perbedaan usia tersebut. Misalnya saja, adanya perbedaan usia bisa membuat orientasi seseorang setelah menikah juga berbeda. Bisa saja pasangan sudah memiliki orientasi memiliki anak, namun di usia Anda yang masih muda Anda masih ingin menikmati pernikahan berdua dengan pasangan Anda, dsb.

Apakah Anda bisa mengontrol respons orang-orang di sekitar Anda karena Anda menikah dengan perempuan yang lebih tua? Tentu tidak, bukan. Pada akhirnya, semua kembali kepada sejauh mana Anda meyakini bahwa Anda dan pasangan memang dapat menjalankan pernikahan ini. Tanda seseorang sudah dewasa adalah ketika ia memiliki emosi yang stabil, mampu memutuskan sesuatu, mandiri dan percaya diri. Termasuk segala konsekuensi yang akan muncul ketika menikah dengan perempuan yang lebih tua tentunya.

3-5 tahun perkawinan adalah masa penyesuaian, gunakan energi emosi Anda untuk memperkuat hubungan yang ada, ketimbang memikirkan omongan orang lain. Jadikan respons orang-orang di sekitar Anda sebagai bahan masukan dan diskusi bersama pasangan. Bukan untuk membuat Anda berdua jadi tidak tenang, melainkan sebagai cara agar Anda berdua juga memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang memang bisa terjadi dan bagaimana saling menyesuaikan. Belajar juga untuk memilah mana perkataan yang perlu didengarkan dan mana yang perlu diabaikan. Bagaimanapun yang menjalani pernikahan adalah Anda berdua. Selamat saling menyesuaikan ya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

(hrn/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit