detikhealth

Meski Idap Infeksi Paru, Musisi Belia ini Raih Penghargaan Bergengsi

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Minggu, 18/06/2017 18:15 WIB
Meski Idap Infeksi Paru, Musisi Belia ini Raih Penghargaan BergengsiBronkientasis membuat seorang musisi kesulitan bernapas (Ilustrasi: thinkstock)
Jakarta, Baru bulan lalu seorang bintang muda klasik, Ben Goldscheider, memulai debutnya di Royal Albert Hall. Pemuda berusia 19 tahun ini memainkan Mozart's Horn Concerto dengan French Horn miliknya di hadapan 5.000 penonton.

Sebelumnya, Ben menerima penghargaan Brass Final of the BBC Young Musician of the Year di tahun 2016. Beberapa bulan setelahnya ia meraih penghargaan bergengsi Barenboim-Said Akademie di Berlin, seperti dilansir Daily Mail, Minggu (18/6/2017).

Baca Juga: Batuk Berdarah, Apa Sebabnya?

Tapi siapa sangka, sebagai pemain alat musik yang membutuhkan pernapasan yang baik, Ben justru didiagnosis dengan kondisi paru-paru kronis, bronkientasis. Bahkan, sejak kecil pun dia sudah memiliki infeksi pada paru-parunya dan menjalani sejumlah perawatan.

Bronkientasis adalah penyakit di mana saluran pernapasan paru-paru menjadi luka dan meradang. Luka ini menyebabkan terbentuknya lendir yang terjebak dan bisa menjadi infeksi. Hal itu bisa disebabkan oleh infeksi pada dada atau masalah sistem kekebalan tubuh, meski pemicu sebenarnya tidak selalu jelas.

Ayah Ben menceritakan sebenarnya kondisi paru-paru Ben tidak cukup baik. "Setiap didiagnosis, kemampuan paru-parunya selalu ada di bawah 50 persen," ceritanya. Ia mengaku terkejut karena sebelumnya Ben adalah salah satu pemain di tim bola lokal.

Karena belum bisa disembuhkan secara total, Ben harus meminum tiga jenis antibiotik berbeda dan juga menjalani fisioterapi sebanyak dua kali sehari untuk membersihkan lendir pada paru-parunya.

"Jika aku sedang batuk atau terkena virus, rasanya sangat sulit untuk bernapas. Pernah pada suatu libur panjang, selama satu minggu aku tidak dapat tidur dan hanya batuk serta menangis sepanjang malam," kisah Ben mengenai dampak dari penyakitnya tersebut.

Awalnya, Ben memainkan alat musik cello. Namun, ia diminta sang dokter, Dr Nicholas Hopkinson, konsultan pernapasan dari Royal Brompton untuk mencoba memainkan alat musik seperti brass yang dapat membuat paru-parunya terbiasa bekerja lebih keras. Akhirnya Ben memilih French Horn sebagai alat musik yang ia inginkan.

Baca Juga: Actinomycosis Paru

"Ini adalah instrumen yang indah," ungkapnya saat ditanya mengenai alasan di balik pilihannya itu. French Horn dikenal sebagai instrumen yang sulit dimainkan karena memiliki empat tingkatan oktaf dengan tiga kunci. Artinya, penyesuaian nada harus datang dari kekuatan napas pemainnya.

"Syukurlah, penyakit bronkientasis yang aku idap sudah tidak lagi menjadi masalah sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, infeksiku semakin membaik dan membaik," pungkas Ben.(ajg/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit