detikhealth

Ilmuwan Waspadai Mutasi Virus Flu Burung yang Mengancam Dunia

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 19/06/2017 09:15 WIB
Ilmuwan Waspadai Mutasi Virus Flu Burung yang Mengancam DuniaVirus flu burung H7N9 yang mewabah di China ditengarai bisa mengancam kesehatan dunia global jika mengalami mutasi. Simak penjelasannya berikut ini. (Foto: Getty Images)
Jakarta, Wabah flu burung yang terjadi di China membuat ilmuwan mewaspadai terjadinya pandemi global jika virus mengalami mutasi. Ditengarai, ada tiga mutasi yang jika terjadi bersamaan bisa mengancam dunia kesehatan global dan membahayakan nyawa manusia.

Wabah flu burung H7N9 di China saat ini sudah menginfeksi 779 orang. Dalam pernyataannya awal tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus flu burung yang mewabah tahun ini harus dimonitor dengan ketat karena kemampuannya bermutasi secara terus-menerus dan cepat.

Untuk mengantisipasi mutasi tersebut, peneliti dari Scripps Research Institute, California, meneliti H7 hemagglutanin, protein dari virus yang berfungsi merekatkan virus dengan sel di tubuh inang.

Baca juga: Virus Flu Burung H7N3 Serang Peternakan Ayam di Meksiko

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS Pathogens, ada tiga jenis asam amino di dalam virus yang jika bermutasi, dapat membuat virus lebih mudah merekat pada manusia, sehingga risiko infeksi pun menjadi lebih tinggi.

"Penelitian ini bisa membantu kita untuk memonitor risiko yang bisa ditimbulkan dari mewabahnya flu burung, untuk mencegah terjadinya pandemi yang mengancam kesehatan dunia global," papar Fiona Culley dari Imperial College London, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Cegah Flu Burung, Unggas asal Malaysia dan China Dimusnahkan

Virologis sekaligus pakar flu lainnya, Wendy Barclay, mengatakan H7N9 tergolong virus flu burung yang paling berbahaya. Selain mudah menular ke sesama unggas, H7N9 juga diketahui bisa menginfeksi manusia yang sedang dalam kondisi rentan.

"H7N9 masuk dalam daftar virus yang harus diwaspadai tahun ini. Semakin banyak orang terinfeksi, semakin tinggi pula kemungkinan virus mengalami mutasi," tuturnya.

Baca juga: Wabah Flu Burung di China Masih Berlanjut, Penjualan Unggas Dihentikan

(mrs/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit